Waspada Gelombang Tinggi, Nelayan Pilih Tak Melaut
Peristiwa

Waspada Gelombang Tinggi, Nelayan Pilih Tak Melaut

Temon,(kulonprogo.sorot.co)--Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) DIY mengeluarkan peringatan dini terkait cuaca ekstrem yang diprediksi bakal terjadi sejak Kamis (25/02) hingga Sabtu (27/02) mendatang. Selain cuaca ekstrem, embusan angin dari kawasan perairan berisiko menimbulkan gelombang tinggi.

Koordinator Satlinmas Rescue Istimewa (SRI) Wilayah V Kulon Progo, Aris Widiatmoko mengatakan bila mayoritas nelayan di pesisir Kulon Progo memilih menyandarkan kapalnya dan tak mencari ikan di laut.

"Kami sudah berkoordinasi dengan kelompol nelayan. Baik di Pantai Glagah dan Pantai Congot di Kapanewo Temon, Pantai Bugel dan Pantai Bidara di Kapanewon Panjatan serta nelayan di Pantai Trisik di Kapanewon Galur," kata Aris, Kamis (25/02/2021).

Para nelayan, kata Aris mengaku mau mengindahkan peringatan dini cuaca ekstrem yang diprediksi hingga tiga hari ke depan. Pasalnya, gelombang laut selatan diprediksi meningkat ketinggiannya hingga dua meter sampai tiga meter. 

Gelombang ini muncul akibat adanya bibit siklon berdasarkan citra radar BMKG. Bibit siklon itu merupakan potensi dari munculnya pusat tekanan rendah di wilayah perairan selatan Nusa Tenggara.

Berdasarkan rilis BMKG, Pusat Tekanan Rendah tersebut telah menjadi Bibit Siklon Tropis dengan inisial 98S. Bibit Siklon 98S terpantau di Samudera Hindia sebelah selatan Jawa Timur dengan posisi di sekitar 13.7 derajat lintang selatan dan 116.3 derajat bujur timur atau sekitar 625 kilometer dari lepas pantai Jawa Timur.

Keberadaan bibit siklon tersebut cukup signifikan berdampak pada pembentukan pola konvergensi dan belokan angin di wilayah Sumatera Selatan, Jawa, Nusa Tenggara dan secara tidak langsung dapat berdampak pada pembentukan potensi cuaca ekstrem berupa hujan lebat yang dapat disertai kilat atau petir dan angin kencang. Selain itu dapat menimbulkan potensi angin kencang di wilayah perairan dan potensi gelombang tinggi di wilayah laut bagian selatan Jawa hingga Nusa Tenggara.

Di wilayah Jawa khususnya DIY secara tidak langsung dapat berdampak pada pembentukan potensi cuaca ekstrem berupa hujan lebat yang dapat disertai kilat atau petir dan angin kencang, selain itu dapat menimbulkan potensi angin kencang di wilayah perairan dengan potensi gelombang tinggi di wilayah laut bagian selatan Jawa.

Labilitas lokal kuat yang mendukung proses konvektif pada skala lokal, memberikan potensi pertumbuhan awan hujan di wilayah DIY.

Meski banyak nelayan libur melaut, Aris mengungkapkan kondisi gelombang tinggi belum berpengaruh pada jumlah wisatawan di kawasan pesisir pantai. Jumlah wisatawan yang datang ke pantai wisata seperti Pantai Glagah dan Pantai Bugel disebutnya masih normal.

Untuk itu, ia mengimbau agar wisatawan yang datang ke pantai untuk tetap berhati-hati. Pihaknya juga telah menyiagakan personel guna mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.

"Kami minta agar wisatawan yang datang ke pantai agar selalu waspada," himbau Aris.