Hasil Autopsi Keluar, Penyebab Kematian Dua Gadis Korban Remaja Sama
Peristiwa

Hasil Autopsi Keluar, Penyebab Kematian Dua Gadis Korban Remaja Sama

Pengasih,(kulonprogo.sorot.co)--Kepolisian Resor Kulon Progo telah mengantongi hasil autopsi atas jasad TS, gadis asal Pedukuhan Paingan, Kalurahan Sendangsari, Kapanewon Pengasih yang ditemukan tewas di gedung serba guna Dermaga Wisata Glagah pada Jumat (02/04) malam lalu.

Seperti diketahui, gadis berusia 21 tahun ini merupakan korban pembunuhan dengan pelaku NAF (21), warga Pedukuhan Bujidan, Kalurahan Tawangsari, Kapanewon Pengasih.

Kasubbag Humas Polres Kulon Progo, Iptu Nengah Jeffry mengatakan, berdasarkan hasil autopsi pada jasad korban, ditemukan kesamaan penyebab kematian dengan jasad DSD (21), warga Pedukuhan Gadingan, Kalurahan Wates, Kapanewon Wates.

DSD merupakan korban pertama yang dihabisi nyawanya pada Selasa (23/03) lalu. Jasad DSD ditinggalkan pelaku di bangunan Wisma Sermo Asri di Pedukuhan Kedung Tangkil, Kalurahan Karangsari, Kapanewon Pengasih.

Merujuk hasil autopsi jasad korban yang dilakukan di Rumah Sakit Bhayangkara Yogyakarta, ditemukan adanya luka dalam dan luka luar. Pada bagian luar, ditemukan luka memar pada puncak kepala sisi kanan dan luka memar pada kedua telapak tangan.

Sedangkan pada bagian dalam, ditemukan adanya pelebaran pembuluh darah pada organ dalam, darah warna gelap dan encer, resapan darah pada kulit kepala sisi atas kanan, resapan darah pada tulang tengkorak bagian atas kanan, pembengkakan pada jaringan otak besar dan otak kecil, pendarahan pada bilik otak belakang serta memar pada batang otak.

"Kesimpulannya, korban meninggal akibat kekerasan tumpul pada kepala sisi atas kanan yang mengakibatkan pendarahan bilik otak dan memar batang otak, sehingga menyebabkan penekanan pusat pernapasan dan mati lemas atau asfiksia," kata Jeffry, Sabtu (03/04/2021).

Luka tersebut, disebut sama dengan penyebab kematian DSD. Berdasarkan keterangan NAF kepada polisi, dirinya mengaku menggunakan cara yang sama untuk menghabisi kedua korbannya. Berbekal sebotol minuman bersoda dan tiga butir obat flu yang dicampur, kedua korbannya dicekoki minuman tersebut. 

"Ketika menenggak minuman bersoda dicampur obat flu tersebut berakibat korban kejang-kejang. Ketika itu kemudian pelaku membenturkan kepala korban ke lantai sehingga korban meninggal. Modusnya untuk dua korban sama," kata Jeffry.

Pelaku diduga nekat melakukan aksinya lantaran ingin menguasai harta benda milik kedua korban. Usai menghabisi nyawa DSD, pelaku kemudian menjual sepeda motor milik korban di wilayah Jawa Tengah. Namun usai menghabisi TS, pelaku belum sempat menjual sepeda motor korban dan dititipkan di salah satu jasa penitipan motor di wilayah Kapanewon Wates.

Usai dilakukan autopsi, jasad TS langsung dibawa ke rumah duka. Jasad korban kemudian langsung dimakamkan pada Sabtu (03/04/2021) sore di tempat pemakaman umum setempat.