Adiknya Jadi Korban Pembunuhan, Novianti : Kami Tidak Terima, Hukum Pelaku Seberat-beratnya
Hukum & Kriminal

Adiknya Jadi Korban Pembunuhan, Novianti : Kami Tidak Terima, Hukum Pelaku Seberat-beratnya

Pengasih,(kulonprogo.sorot.co)--Kabar kepergian TS, gadis difabel berkaki palsu berusia 21 tahun asal Pedukuhan Paingan, Kalurahan Sendangsari, Kapanewon Pengasih membawa duka mendalam bagi keluarganya. Pasalnya, TS meninggal begitu mendadak dan dengan cara yang tragis, tewas di tangan sosok yang juga dikenal oleh keluarga korban.

Salah satu kakak kandung korban, Novianti (32) mengaku terpukul mendengar kabar kepergian adiknya yang dibunuh oleh teman suaminya sendiri. NAF (21), warga Pedukuhan Bujidan, Kalurahan Tawangsari, Kapanewon Pengasih yang kini telah ditetapkan sebagai pelaku pembunuhan atas kasus ini memang mengenal betul kelurga TS.

Tak hanya teman kakak ipar korban, istri NAF diketahui juga merupakan teman TS ketika duduk di bangku SMA.

"Pelaku sering ke sini. Dua hari lalu (Rabu) juga ke sini bertemu adik saya," kata Novianti, Sabtu (03/04/2021).

Keluarganya, kata Novianti, mengaku tak begitu menggubris kehadiran NAF yang acap kali bermain di rumahnya. Pasalnya, keluarga TS mengetahui bila NAF sebenarnya pernah melakukan beberapa kali melakukan aksi kriminal hingga mendekam di balik jeruji besi. Namun dirinya dan segenap keluarga TS tak mengira bila anggota keluarganya juga bakal jadi korban kekejaman NAF. 

Sebelum ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa di gedung serba guna Dermaga Wisaya Glagah, Kapanewon Temon pada Jumat (02/04) malam, korban memang sempat berpamitan untuk bertemu kawannya. Titik pertemuan itu ialah di wilayah Pedukuhan Kepek, Kalurahan Sendangsari, Kapanewon Pengasih yang tak jauh dari rumah korban.

"Jumat sore itu memang sempat pamit. Katanya mau bertemu temannya di Kepek. Cuma deket jadi naik motor tidak bawa helm. Tapi jam 6 sore belum juga pulang, jadi mulai dicari," imbuh Novianti.

Salah seorang kerabat korban yang merasakan adanya kejanggalan kemudian berinisiatif menghubungi korban melalui aplikasi pesan WhatsApp. Korban mengatakan bila dirinya sebenarnya bertemu dengan pelaku dan diajak pergi ke Dermaga Wisata Glagah. Namun berdasarkan keterangan korban kepada kerabatnya sebelum meninggal, pelaku memang meminta korban untuk tak mengabarkan pertemuannya tersebut kepada semua orang.

"Pelaku mengaku berniat mengajak adik saya merayakan perpisahan karena pelaku akan merantau ke Sumatera," katanya.

Anak bungsu dari lima bersaudara ini dikenal sebagai pribadi yang ceria, ramah, dan baik hati kepada siapapun. Namun beberapa hari sebelum kejadian, korban disebut Novianti nampak murung dan terlihat kebingungan. Hal ini diduga oleh pihak keluarga korban berkaitan dengan makin tingginya intensitas pertemuan antara korban dengan pelaku.

Kepergian TS tentunya meninggalkan luka yang membekas bagi keluarganya, termasuk Novianti. Ia berharap, NAF diganjar hukuman seberat-beratnya serta setimpal dengan perbuatannya. Terlebih, tak hanya adiknya yang bernasib demikian. Melainkan seorang gadis asal Pedukuhan Gadingan, Kalurahan Wates, Kapanewon Wates, yakni DSD (21).

"Saya berharap agar pelaku dihukum seberat-beratnya. Dihukum mati kalau bisa. Kami benar-benar tidak terima adik kami diperlakukan seperti ini," tutur Novianti.

Diberitakan sebelumnya oleh sorot.co, pelaku melakukan aksinya membunuh TS dan DSD dengan tujuan untuk menguasai harta benda kedua korban. Pelaku mencekoki kedua korbannya dengan minuman bersoda yang dicampur dengan tiga butir obat flu hingga memgalami kejang-kejang. Setelah itu, pelaku membenturkan kepala korban ke lantai hingga korbannya meninggal akibat lemas.