Pelaku Ternyata Pernah Ketangkep Maling, Polisi Masih Dalami Kasus Pembunuhan Dua Gadis Asal Kulon Progo
Hukum & Kriminal

Pelaku Ternyata Pernah Ketangkep Maling, Polisi Masih Dalami Kasus Pembunuhan Dua Gadis Asal Kulon Progo

Pengasih,(kulonprogo.sorot.co)--Jajaran Kepolisian Resor Kulon Progo masih mendalami kasus pembunuhan dua gadis yang menyeret NAF (21), warga Pedukuhan Bujidan, Kalurahan Tawangsari, Kapanewon Pengasih. Seperti diketahui, laki-laki ini membunuh dua wanita dalam kurun waktu dua pekan dengan tujuan menguasai harta benda korbannya.

Kabid Humas Polda DIY, Kombes Pol Yuliyanto dalam gelar perkara di Mapolres Kulon Progo menyebut, pihaknya masih mendalami kasus ini. Termasuk modus pelaku hingga tega menghabisi nyawa DSD (21), warga Pedukuhan Gadingan, Kalurahan Wates, Kapanewon Wates dan TS (21), warga Pedukuhan Paingan, Kalurahan Sendangsari, Kapanewon Pengasih.

"Polisi terus melakukan pengembangan kasus pembunuhan yang dilakukan oleh pelaku. Seperti melakukan pencarian motor korban Dessy yang diduga dijual ke Magelang, Jawa Tengah. Motor TS sendiri mampu ditemukan setelah sebelumnya sempat disembunyikan di tempat penitipan motor di stasiun Wates," kata Yulianto, Senin (05/04/2021) di Mapolres Kulon Progo.

Dikatakan oleh Yulianto, pelaku merupakan residivis kasus pencurian. Pada tahun 2018 lalu, pelaku sempat mendekam di balik jeruji besi lantaran mencuri burung. Selain itu, pelaku juga sempat terdandung kasus pemerasan. 

"Pelaku sempat divonis delapan bulan penjara dan sempat ditahan di Rutan Klas IIB Wates," imbuh Yulianto.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Kulon Progo, AKP Munarso mengatakan bahwa pihaknya masih berupaya mengumpulkan alat bukti atas kasus tersebut. Seperti diketahui, pelaku sempat menjual sejumlah barang berharga milik kedua korbannya serta menghilangkan barang bukti lainnya.

"Kami masih melakukan penyelidikan terhadap kasus pembunuhan yang dilakukan oleh pelaku termasuk kemungkinan pembunuhan berencana yang dilakukan oleh pelaku," terang Munarso.

Dalam gelar perkara ini, polisi menunjukkan sejumlah barang bukti. Termasuk diantaranya sepeda motor skuter matik milik TS dan sejumlah busana milik DSD. Sedangkan sepeda motor milik DSD yang telah dijual pelaku di wilayah Jawa Tengah juga masih dicari bersama barang bukti lainnya.

"Saat ini pelaku sudah ditetapkan statusnya sebagai tersangka. Ia diancam dijerat Pasal berlapis. Yakni, Pasal 338 KUHP tentang Pembunuhan jo Pasal 365 ayat 3 KUHP tentang Pencurian dengan Kekerasan yang menyebabkan orang mati dengan ancaman maksimal hukuman 15 tahun penjara," kata Munarso.