Pemerintah Tarik Pupuk Subsidi, Petani Bingung
Ekonomi

Pemerintah Tarik Pupuk Subsidi, Petani Bingung

Sentolo,(kulonprogo.sorot.co)--Para petani kini tengah dibuat bingung oleh kebijakan pemerintah atas penarikan sejumlah pupuk subsidi sejak Juli lalu. Adapun pupuk yang resmi dicabut subsidinya adalah ZA, SP36 dan Petroganik (organik).

Para petani kini mengeluhkan membengkaknya biaya yang mesti dikeluarkan untuk membeli pupuk. Meskipun saat ini masih ada beberapa pupuk yang mendapat subsidi, yakni pupuk Urea dan NPK.

Salah seorang petani bawang merah di Kalurahan Tuksono, Kapanewon Sentolo, Pardal mengaku, kini ia harus merogoh kocek lebih dalam untuk membeli pupuk guna merawat tanamannya. Pasalnya harga bubuk pasca pencabutan subsidi mencapai empat kali lipat.

Dampak yang terasa jelas ongkos untuk beli pupuk membengkak. Mau tidak mau harus beli pupuk agar tanaman tetap sehat,” kata Pardal, Kamis (11/08/2022).

Sebagai salah satu upaya mensiasati peniadaan subsidi sejumlah pupuk, PT Petrokimia Gresik sebagai salah satu anggota Holding Pupuk Indonesia mulai mensosialisasikan metode pemupukan berimbang. 

Hal ini bertujuan untuk mencampur atau mengkombinasikan pupuk non subsidi dengan pupuk bersubsidi. Selain menekan ongkos pengeluaran, upaya ini juga berperan untuk menjaga kandungan hara di dalam tanah.

Staf Perwakilan Daerah Penjualan (SPDP) Petrokimia Gresik DIY, Dani Tambunan mengatakan, pupuk sangat diperlukan untuk menambah unsur hara di dalam tanah. Selama ini petani banyak mendapatkan pupuk subsidi dari pemerintah, namun saat ini hanya Urea dan NPK yang disubsidi pemerintah.

Tanah itu tidak cukup dengan kedua pupuk itu, masih butuh kandungan lain untuk menyuburkan,” kata Dani dalam sebuah acara di Kapanewon Sentolo.

Menurutnya, hampir di semua lahan mengalami degradasi unsur hara. Dampaknya menjadikan produktivitas pertanian turun.

Kondisi ini terjadi akibat pemupukan yang tidak seimbang. Untuk itu mereka mengenalkan metode pemupukan berimbang yakni dengan pola 5:3:2 yakni 500 pupuk organik, 300 NPK dan 200 urea.

Ketiga jenis pupuk tersebut harus diinput agar tanah tidak jenuh dan kurang maksimal untuk bercocok tanam. Menerjunkan satu unit mobil uji tanah bagi petani yang ingin mengecek kondisi tanahnya,” katanya.