Mulai Naik Daun, Tenun Bantarjo Kesulitan Dapat Bahan Baku
Sosial

Mulai Naik Daun, Tenun Bantarjo Kesulitan Dapat Bahan Baku

Sentolo,(kulonprogo.sorot.co)--Sentra produksi kain tenun lurik di Pedukuhan Bantarjo, Banguncipto, Kecamatan Sentolo makin dikenal masyarakat luas. Pusat produksi kain lurik dengan nama Tenun Bantarjo terus memperluas penjualan hasil produksinya hingga luar DIY.

Pemilik Tenun Bantarjo, Udjik Sudaryati mengatakan bahwa saat ini sejumlah orderan yang datang kepadanya baik berupa kain tenun ataupun pakaian jadi terpaksa ia buat dengan waktu yang lebih lama. Kekurangan bahan baku menjadi alasan utama hingga kemudian waktu produksi menjadi molor.

"Kita kesulitan bahan baku karena langka. Sampai saat ini bahan baku berupa benang katun masih mengandalkan dari wilayah Klaten," ungkap Udjik, Sabtu (08/09/2018).

Ia mengatakan, bahan baku berupa benang katun yang didapat dari Klaten tersebut kemudian dilakukan pewarnaan secara manual. Setelah proses pewarnaan selesai, barulah benang dengan beragam warna tersebut disusun untuk membentuk motif. 

"Setalah diwarna dan disusun sesuai motif, baru masuk proses penenunan. Jadi prosesnya memang tidak bisa cepat," sambung Udjik.

Bahan baku yang berasal dari Klaten, lanjut Udjik, juga mempengaruhi perbandingan harga antara produknya dengan produk serupa dari wilayah asal bahan baku. Ia mengakui bahwa harga produknya memang tak bisa lebih murah ketimbang produk lurik asal Klaten.

"Kalau di Klaten, kain lurik itu per satu meternya bisa Rp 30 ribu karena bahan bakunya memang dari sana. Tapi kami belum bisa dengan harga segitu karena tidak bisa menutup ongkos produksi," sambung dia.

Untuk mengantisipasi agar ongkos produksi tetap bisa terkejar, Tenun Bantarjo kemudian memanfaatkan kain sisa produksi ataupun kain yang mengalami sedikit kecacatan untuk dijadikan produk lain. Sejumlah produk yang dianggap tepat guna seperti topi, sarung bantal, taplak meja hingga syal ini pun mampu bersaing di pasaran.

Salah seorang peminat kain lurik, Abu Chori mengaku kesulitan mendapatkan kain lurik yang sesuai dengan keinginannya. Ia memang mengetahui bahwa kain lurik asal Klaten harganya murah. Namun lantaran lokasinya yang jauh, ia pun akhirnya memilih membeli produk lokal Kulon Progo.

"Apabila dicermati sebenarnya tidak ada bedanya. Kainnya juga bagus. Saya justru mengapresiasi ada produsen lurik di Kulon Progo," kata dia.