Sidang Xena-Xenita, Jaksa Hadirkan Dua Orang Saksi Ahli
Hukum & Kriminal

Sidang Xena-Xenita, Jaksa Hadirkan Dua Orang Saksi Ahli

Wates,(kulonprogo.sorot.co)--Guna membuktikan dakwannya terhadap Xena Al-Kautsar alias Xena-Xenita (19), warga Mantrijeron, Yogyakarta, dua orang saksi ahli dihadirkan dalam persidangan di Ruang Sidang Cakra Pengadilan Negeri (PN) Wates, Rabu (19/09/2018).

Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri Kulon Progo, Iman Fauzi memilih menghadirkan ahli hukum yang merupakan dosen Fakultas Hukum Universitas Gajah Mada (UGM) serta seorang apoteker dari Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Yogyakarta.

Selain mendengarkan keterangan kedua saksi ahli, sidang yang dipimpin oleh Ketua Majelis Hakim, Marliyus ini juga digelar dengan agenda mendengarkan keterangan dari Xena sebagai terdakwa. Persidangan berlangsung sejak pukul 14.00 hingga pukul 15.30 WIB.

"Tadi memang kita hadirkan dua saksi ahli. Ahli hukum untuk menyampaikan pendapat tentang dakwaan yang disampaikan apakah sudah sesuai. Sedangkan seorang apoteker untuk menyampaikan tentang kandungan zat aktif yang ada di dalam obat yang dibawa oleh terdakwa," ungkap Kasi Intelejen Kejari Kulon Progo, Iman Fauzi, Rabu (19/09/2018).

Usai mendengarkan keterangan saksi ahli dan terdakwa, Marliyus kemudian menunda persidangan hingga Rabu (26/09) besok. Sidang minggu depan digelar dengan agenda pembacaan tuntutan oleh JPU. 

Kuasa hukum terdakwa dari Pusat Bantuan Hukum (PBH) Nyi Ageng Serang, B. Septian Krisna mengungkapkan bahwa pihaknya optimis bisa membebaskan kliennya dari seluruh dakwaan yang disusun oleh JPU. Pasalnya, keterangan sejumlah saksi yang dihadirkan oleh JPU di dalam persidangan dianggap tak bisa memenuhi unsur-unsur pidana.

"Kami optimis. Paling tidak berusaha maksimal untuk membebaskan klien kami karena memang banyak keterangan saksi yang kami anggap tak memenuhi unsur pidananya," kata dia.

Pihak kuasa hukum juga mangatakan bahwa mereka tak akan menghadirkan saksi yang bakal meringankan Xena. Pasalnya, kondisi kejadian sebelum penangkapan tak memungkinkan bagi pihak Xena untuk menghadirkan saksi yang meringankan.

"Memang tidak memungkinkan untuk menghadirkan saksi yang meringankan. Tapi kami tetap optimis," ucap Septian Krisna.

Sebagai informasi, Xena diamankan oleh jajaran Sat Resnarkoba Polres Kulon Progo di simpang lima Karangnongko pada Selasa (10/04) lalu usai mengisi acara di salah satu SMK di Desa Bendungan, Kecamatan Wates.

Dari tangan Xena, polisi berhasil mengamankan 9 butir pil berwarna putih dengan simbol segitiga bertuliskan Hima yang masuk dalam daftar obat tanpa izin edar. Berdasarkan pemeriksaan laboratorium, pil tersebut positif mengandung Trihexyphenidyl.