Teladani Semangat Pahlawan, Ratusan Peserta Beradu Fokus Memanah Bandhul
Budaya

Teladani Semangat Pahlawan, Ratusan Peserta Beradu Fokus Memanah Bandhul

Pengasih,(kulonprogo.sorot.co)--Tepat pada Sabtu (10/11/2018) hari ini, bangsa Indonesia tengah memperingati Hari Pahlawan. Beragam cara dilakukan oleh berbagai pihak untuk menyemarakkan sekaligus meneladani perjuangan para pahlawan sebelum dan sesudah kemerdekaan Republik Indonesia.

Salah satunya seperti yang dilakukan oleh ratusan orang yang berada di Kampung Jemparingan Mataraman di Pedukuhan Pengasih, Kecamatan Pengasih. Dengan mengenakan beragam pakaian adat, seperti adat Jawa, Sunda, Bali hingga Madura, ratusan orang ini nampak serius memegang busur dan anak panah.

Mereka berjuang untuk menyarangkan anak panah mereka pada bandhul (sasaran olahraga panahan mataraman atau jemparingan) dalam acara Gladhen Jemparingan Hari Pahlawan. Acara ini diselenggarakan oleh Paguyuban Jemparingan Langen Progo bekerja sama dengan Forum Jemparingan Nusantara.

Sekjen Jemparingan Nusantara, Joko Mursito mengungkapkan bahwa digelarnya gladhen jemparingan kali ini juga untuk meneladani perjuangan para pahlawan. Terutama ketika busur dan anak panah menjadi senjata pamungkas untuk melawan penjajah dari Nusantara.

"Selain memperingati Hari Pahlawan yang jatuh hari ini, kegiatan kali ini juga untuk mendukung program pemerintah tentang pendidikan karakter budaya kemataraman. Hari ini ada 20 rambahan (babak)," ungkap Joko, Sabtu (10/11/2018).

Tak hanya datang dari wilayah Kulon Progo, peserta juga datang dari sejumlah daerah di luar DIY. Setidaknya, telah terdapat 17 paguyuban dengan total peserta mencaapi 120 orang yang turut berpartisipasi dalam kegiatan ini. 

Sebagai penanda untuk memperingati Hari Pahlawan, dalam gladhen kali ini para peserta diwajibkan memakai janur yang telah disediakan. Janur dilambangkan sebagai perjuangan masyarakat Yogyakarta tempo dulu.

Salah seorang peserta, Ponang Merdugandang mengaku tak ingin ketinggalan dalam kegiatan kali ini. Selain menjadikan jemparingan sebagai hobinya, pemuda 20 tahun ini juga ingin mencoba meneladani perjuangan para pahlawan melalui kegiatan kali ini.

"Dulu gandewa dan anak panah sempat menjadi senjata untuk melawan penjajah. Jadi saya mencoba meneladani perjuangan pahlawan melalui jemparingan. Semoga acara seperti ini bisa dilaksanakan rutin," kata dia.