Buah Karya Ibu Rumah Tangga Asal Lendah Berawal dari Coba - coba
Gaya Hidup

Buah Karya Ibu Rumah Tangga Asal Lendah Berawal dari Coba - coba

Lendah,(kulonprogo.sorot.co)--Berkarya tak mengenal batas dan usia. Mungkin itulah ungkapan yang tepar bagi Murtini. Meskipun usianya telah menginjak kepala empat, ia justru berhasil menciptakan corak batik baru bermotif abstrak.

Mengikuti jejak sang suami dan anak pertama yang lebih dulu terjun menggeluti dunia batik, Murtini kini berhasil mengkombinasikan batik dari dua proses pembuatan motif.

Berawal dari coba-coba, seorang ibu rumah tangga asal Desa Gulurejo, Kecamatan Lendah berhasil menciptakan corak batik baru bermotif abstrak. Meskipun baru beberapa bulan diluncurkan, namun motif batik ciptaan Murtini yang dinamai Banyu Mili sukses menyedot perhatian para pecinta batik.

Proses penciptaan motif yang dilakukan Murtini tak mudah. Ia harus beberapa kali menelan kegagalan lantaran proses penciptaan motif tersebut. Meski begitu, ia tak patah arang. Berkat dukungan suami dan anaknya, ia pun terus berupaya menciptakan motif baru meskipun harus diawali dengan mencontek motif yang telah ada sebelumnya.

"Saya awalnya agak ragu dan nggak pede (percaya diri). Tapi saya didorong oleh anak dan suami saya untuk memasarkannya. Tenyata banyak peminatnya," ungkap Murtini, Minggu (27/01/2019).

Meskipun dibuat dari kombinasi metode batik ciprat dan batik tulis, motif batik ciptaan Murtini tetap tak meninggalkan identitas daerah asalnya. Murtini tetap mengkombinasikan motif batiknya dengan motif batik Geblek Renteng yang ditetapkan sebagai motif batik khas Kulon Progo. 

"Untuk motifnya sendiri saya beri nama Banyu Mili karena berharap dengan produk ini rejeki keluarga saya bisa terus mengalir seperti air," sambung dia.

Motif batik ciptaan Murtini kini telah dipadukan dengan beragam warna natural. Bahan pewarna yang digunakan pun merupakan bahan pewarna alami tanpa zat kimia.

Hingga saat ini, selain dijadikan sebagai koleksi, motif batik ciptaan Murtini juga telah dipadupadankan dengan beragam produk seperti gaun, kemeja, jarik bahkan hingga blangkon. Untuk bisa mendapatkan kain batik motif Banyu Mili ciptaan Murtini, para pecinta batik cukup merogoh kocek mulai dari Rp170 ribu hingga Rp 300 ribu tiap lembarnya.

"Untuk pemasarannya lebih gencar melalui media sosial dibantu anak saya. Selain dari Kulon Progo, ada juga yang dari daerah lain. Ada yang pesan untuk seragam juga," pungkas dia.