Ruislag Jadi Solusi Bagi Rutan Wates Jelang Penataan Kawasan Alwa
Pemerintahan

Ruislag Jadi Solusi Bagi Rutan Wates Jelang Penataan Kawasan Alwa

Wates,(kulonprogo.sorot.co)--Bangunan Rumah Tahanan (Rutan) Klas IIB Wates menjadi salah satu bangunan dari sejumlah bangunan yang terdampak rencana penataan kawasan Alun-alun Wates. Rutan Wates tinggal menunggu giliran pemindahan setelah Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kulon Progo dipindah pada awal tahun lalu.

Kepala Rutan Klas IIB Wates, Deny Fajariyanto mengatakan bahwa pihaknya saat ini masih menunggu koordinasi lebih lanjut dengan pihak Pemkab Kulon Progo. Pada koordinasi sebelumnya antara Kakanwil Kemenkumham DIY, Krismono beserta jajarannya dengan Bupati Kulon Progo, Hasto Wardoyo, mulai muncul kesepakatan untuk melakukan tukar guling atau ruislag.

"Komunikasi yang dijalin baru sebatas menentukan skema terbaik yaitu ruislag. Jadi Pemkab membangunkan bangunan baru pengganti rutan, setelah jadi baru kita pindah," ungkap Deny ditemui di ruang kerjanya, Senin (28/01/2019).

Namun begitu, memindahkan rutan yang saat ini berlokasi di barat Alun-alun Wates itu bukan perkara mudah karena harus memperhatikan banyak aspek. Di antaranya menyangkut keamanan dan juga ketersediaan air bersih. Sebidang tanah di wilayah Desa Giripeni, Kecamatan Wates sempat diusulkan untuk menjadi lokasi pembangunan rutan yang baru lantaran lokasinya tak jauh dari Mapolres Kulon Progo. 

Namun setelah pihak rutan melakukan survey, lahan tersebut dinilai kurang ideal untuk dijadikan sebagai lokasi pembangunan rutan baru. Pasalnya, wilayah tersebut sulit untuk bisa mengakses air bersih bagi banyaknya warga binaan yang harus ditanggung oleh pihak rutan.

"Untuk mendapatkan air bersih ternyata cukup sulit di lokasi yang sempat diusulkan. Selain itu lokasinya juga ngarai dengan bebatuan kapur, jadi aksesnya sulit," sambung Deny.

Idealnya, bangunan rutan harus dibangun berdekatan dengan sejumlah instansi penegak hukum di antaranya kepolisian, kejaksaan dan pengadilan. Pihak rutan, kata Deny, sebetulnya memiliki satu opsi yakni untuk membangun bangunan rutan baru di lokasi yang lebih dekat dengan Mapolres Kulon Progo, mengingat masih banyaknya lahan kosong di sana.

"Kalau bisa lebih dekat dengan Polres karena berkaitan dengan keamanan. Kalau bicara luasnya, setelah kami berkoordinasi dengan pusat, luas tanah yang dibutuhkan idealnya 4,6 hektare," kata dia.

Deny berharap, realisasi pemindahan rutan bisa segera terlaksana. Selain untuk mendukung program pemerintah yang bakal melakukan penataan kawasan, juga untuk menghindari risiko overload di bangunan rutan yang lama.

"Saat ini kapasitas Rutan Klas IIB Wates hanya mampu menampung 55 warga binaan. Tapi saat ini warga binaan di sini mencapai 97 orang, terbagi menjadi 54 tahanan dan 43 narapidana," terang Deny.

Bupati Kulon Progo, Hasto Wardoyo menyebut rencana pemindahan rutan bukanlah hal baru. Pemkab juga sudah memiliki gambaran lokasi baru untuk pemindahannya dan terdapat beberapa titik potensial yang dijadikan sebagai opsi.

Namun demikian, kata Hasto, untuk memulainya harus melewati sejumlah prosedur antar Kementerian dan lintas pemerintah daerah ke pemerintah pusat. Ia berjanji akan menyelesaikannya sebelum 2022 atau di ujung masa jabatannya sebagai bupati.