Belum Genap Sebulan, Polisi Amankan Delapan Orang Pengedar Narkoba
Hukum & Kriminal

Belum Genap Sebulan, Polisi Amankan Delapan Orang Pengedar Narkoba

Pengasih,(kulonprogo.sorot.co)--Belum genap sebulan pada awal tahun 2019, Kepolisian Resor Kulon Progo telah berhasil mengamankan delapan orang pengedar narkotika dan psikotropika di Kulon Progo.

Jumlah tersebut tentunya menjadi keprihatinan tersendiri lantaran peredaran barang haram di Kulon Progo kian meluas. Terlebih kini para pengedar mulai menyasar generasi muda.

Kedelapan tersangka adalah A (27) dan B (28) warga Desa Tuksono, Kecamatan Sentolo. Selain itu juga mengamankan F (24) dan Fi (27) warga Gulurejo, Kecamatan Lendah dan Mu (26) warga Sedayu, Bantul. Tiga tersangka lain adalah Fha (19) warga Wahyuharjo, Lendah dan Rzy warga Ngaglik, Sleman, dan Nov (27).

"Para pelaku ini mengedarkan obat-obatan terlarang ini di wilayah Kecamatan Galur, Kecamatan Sentolo dan Kecamatan Lendah. Mereka menggunakan beragam modus untuk mengedarkan dan mendapatkan barang haram ini," ungkap Kasat Res Narkoba Polres Kulon Progo, AKP Munarso, Senin (28/01/2019) ketika melakukan gelar perkara di Mapolres Kulon Progo.

Setelah melakukan pemeriksaan terhadap seluruh pelaku, polisi berhasil mengungkap sejumlah modus yang digunakan oleh pelaku untuk mendapatkan obat-obatan terlarang tersebut. Mulai dari periksa ke tempat praktek dokter sampai dengan mengelabui pasien yang ada di klinik untuk meminta tambahan obat piskotropika. 

"Para pengedar inipun berani memberikan uang kompensasi kepada pasien yang rela menyerahkan barang-barang itu setelah periksa

Untuk peredarannya mereka dengan sistem COD (Cash On Delivery) pada kalangan yang dikenal saja. Ada juga yang beli putus,

" sambung Munarso.

Dua tersangka B dan A, bahkan harus melakukan periksa ke dokter dengan mengelabuhi dan berpura-pura memiliki keluhan tidak bisa tidur. Dari situlah mereka mendapatkan Alprazolam untuk dikonsumsi dan diedarkan.

Bahkan dari catatan salah satu apotek, pelaku sudah sembilan kali menebus obat dengan menggunakan resep dokter.

Saya periksa di salah satu dokter di Bantul,” tutur B.

Agar kasus ini tidak berkembang, Satres Narkoba Polres Kulon Progo terus melakukan koordinasi dengan Dinas Kesehatan Kulon Progo agar lebih berhati-hati dalam mengeluarkan obat-obat keras. Karena periksa telah menjadi modus baru untuk mendapatkan psikotropika.