Sambut Hari Jadi, Warga Desa Karangsari Antusias Gelar Kirab Budaya
Budaya

Sambut Hari Jadi, Warga Desa Karangsari Antusias Gelar Kirab Budaya

Pengasih,(kulonprogo.sorot.co)--Ratusan warga Desa Karangsari, Kecamatan Pengasih tumpah ruah di lapangan desa setempat dan sekitaran balai desa sejak Sabtu (02/02/2019) pagi. Mereka nampak bersemangat untuk turut menyambut HUT ke-72 Desa Karangsari.

Pada Sabtu pagi, ratusan warga dari 12 pedukuhan telah bersiap mengikuti upacara bendera. Mengenakan pakaian adat Jawa, para peserta upacara nampak khidmat mengikuti seluruh proses upacara yang juga dilangsungkan dengan Bahasa Jawa.

Setelah upacara usai dilaksanakan, acara dilanjutkan dengan kirab budaya. Warga dari 12 pedukuhan di Desa Karangsari pun unjuk kebolehan untuk menampilkan produk unggulan dan potensi unggulan dari masing-masing pedukuhan.

Mulai dari produk pangan, produk perkakas hingga atraksi kebudayaan mampu membuat tamu undangan di panggung kehormatan terkesan. Pun begitu dengan penonton yang tumpah ruah di sepanjang jalan yang dijadikan sebagai rute kirab.

"Ini merupakan tahun kedua perayaan HUT Desa Karangsari dilangsungkan secara meriah. Untuk rute kirabnya sendiri mengelilingi desa dengan jarak sekitar dua kilometer," ungkap Kades Karangsari, Mujirin.

Mujirin berujar, selain acara yang dilaksanakan hari ini, pihaknya juga telah menyiapkan serangkaian acara menyambut HUT Desa Karangsari. Rangkaian acara diawali dengan ziarah ke makam-makam Kepala Desa Karangsari terdahulu. Rangkaian acara bakal diakhiri dengan pengajian akbar yang dilaksanakan Sabtu (02/02) malam di halaman Balai Desa Karangsari. 

"Melalui kegiatan ini, kami berharap masyarakat bisa bersemangat untuk turut membangun desanya bersama dengan Pemdes. Seperti yang kita lihat ketika mereka berantusias mengikuti kirab," sambung Mujirin.

Salah satu pedukuhan yang menjadi perhatian banyak penonton ialah Pedukuhan Kopat. Menamai diri mereka dengan Bregada Kopat Sigrak, para warga menunjukkan atraksi dengan tema besar kehidupan para petani dan pekebun. Petani dan pekebun memang menjadi mata pencaharian sebagian besar warga Pedukuhan Kopat.

Arak-arakan Bregada Kopat Sigrak diawali dengan sekelompok pria dewasa berkostum petani lengkap dengan caping dan sabitnya nampak menuntun seekor sapi berukuran besar. Namun sapi yang dituntun bukanlah seekor sapi asli, melainkan replika yang dibuat dengan berbagai baranb bekas dan disulap semirip mungkin menyerupai sapi asli.

Kemudian rombongan penuntun sapi diikuti oleh sekelompok warga yang membawa perlengkapan untuk menanam padi. Mereka pun menunjukkan cara mereka menanam padi di depan tamu undangan. Mulai dari mencangkul, membuat garis tanam padi di lahan tanam dan menanam benih padi secara rapi.

Arak-arakan Bregada Kopat Sigrak diakhiri dengan rombongan ibu-ibu yang membawa baki berisi hasil panenan warga. Selain itu, ditunjukkan pula sejumlah menu olahan lokal yang disulap warga menjadi panganan premium yang dibagi-bagikan kepada para penonton hingga menjadi rebutan di sepanjang jalan.

Salah seorang penonton, Sri Mulyati mengaku tertarik dengan kirab budaya kali ini lantaran ia bisa melihat beragam potensi unggulan dari Desa Karangsari. Ia mengaku baru mengetahui bahwa sejumlah pedukuhan di Karangsari memiliki potensi yang bisa diolah dan menjadi produk unggulan yang memiliki nilai jual tinggi dan daya saing.

"Sebenarnya banyak potensi lokal yang bisa diolah lebih baik. Tentunya dengan bantuan dan pendampingan Pemdes Karangsari diharapkan produk-produk lokal seperti ini bisa dijual di pasar yang lebih luas," kata dia.