Tambangnya Didemo, Begini Jawaban Pihak Penambang
Peristiwa

Tambangnya Didemo, Begini Jawaban Pihak Penambang

Temon,(kulonprogo.sorot.co)--Pasca demo dan blokade jalan yang dilakukan warga Desa Kaligintung, Kecamatan Temon pada Kamis (14/02/2019), pihak tambang tanah urug yang dituding merusak jalan pun angkat bicara. Menurut pihak penambang, polemik yang mencuat tersebut hanyalah kesalahan komunikasi semata.

Ditemui sorot.co usai aksi demo yang dilakukan warga, pemilik tambang, Desti Pujilestari mengungkapkan bahwa perusahaan tambang berstatus perseorangan yang ia miliki telah memenuhi segala sesuatu terkait pemenuhan kewajiban kepada lingkungan. Termasuk diantaranya kompensasi bagi warga setempat.

"Ini hanya miskom saja. Semuanya sudah saya bayarkan melalui salah satu perangkat desa sesuai dengan MoU, termasuk untuk klebet (pengatur lalu-lintas truk). Tapi setelah ada kejadian ini, apalagi ada yang bilang belum dibayar, jadi akan kita urus kembali," ungkap Desti, Kamis (14/02/2019).

Terkait tuntutan warga agar jalan segera diperbaiki, Desti mengungkapkan bahwa sebenarnya telah memesan pasir batu (sirtu) untuk pemadatan sementara ruas jalan yang rusak. Perbaikan jalan secara permanen nantinya bakal dilakukan setelah proses penambangan urug lahan bandara tersebut usai. 

"Kami sudah memiliki Jaminan Reklamasi dan Jaminan Pasca Tambang. Jadi perbaikan akan dilakukan setelah aktivitas pertambangan selesai. Kalau tidak ada jaminan itu kita tidak bisa produksi," sambung Desti.

Ia berharap pasca kejadian ini masyarakat bisa memahami duduk permasalahan yang ada. Masyarakat diharapkan tak main hakim sendiri dan paham dengan kondisi di lapangan.

"Tambang ini kan tidak seperti warung yang didatangi pembeli, jadi harus cari pembeli dulu agar punya uang. Jadi semuanya bertahap untuk kompensasi dan sebagainya," pungkas dia.