Bawa Obat Tanpa Izin Edar, Warga Kedungsari Dicokok Polisi
Hukum & Kriminal

Bawa Obat Tanpa Izin Edar, Warga Kedungsari Dicokok Polisi

Pengasih,(kulonprogo.sorot.co)--Seorang pemuda asal Kedungsari, Kecamatan Pengasih berinisial ZA (28) harus berurusan dengan polisi. Petugas Sat Resnarkoba Polres Kulon Progo mengamankan ZA lantaran dia menyimpan obat-obatan berbahaya berjenis pil Alprazolam.

Polisi mengamankan ZA di kediamannya pada Rabu (06/03) lalu. Dari tangannya, polisi berhasil mengamankan barang bukti berupa 12 butir pil Mersi Alprazolam ukuran 1 miligram. ZA mendapatkan obat tersebut bermodal selembar resep dokter dan kartu pengambilan obat yang dikeluarkan dari salah satu Apotik di Yogyakarta, serta uang dengan nominal Rp 50 ribu.

"Pelaku merupakan seorang buruh tambang pasir. Pelaku berhasil mendapatkan obat tersebut dengan berpura-pura mengalami gangguan tidur," ungkap Kasat Resnarkoba Polres Kulon Progo, AKP Munarso, Rabu (13/03/2019).

"Pelaku tidak mengkonsumsi obatnya sendiri. Tapi juga dibagi-bagikan kepada teman-temannya, tapi tidak dijual. Tersangka sudah melakukan ini selama dua tahun, tiap periksa mendapat 10 butir," sambung Munarso.

Munarso menambahkan, ZA bisa saja tak diamankan oleh pihak kepolisian bila obat tersebut memang benar-benar dibutuhkan olehnya. Pasalnya peredaran Alprazolam memang diperbolehkan. Hanya saja harus disertai dengan resep dokter.

"Tapi setelah kita melakukan pengamatan, pelaku tidak menunjukkan adanya tanda-tanda gangguan kesehatan," sambung dia.

Dalam kesempatan itu, Munarso juga mengungkapkan bahwa pihaknya berhasil membongkar penjualan minuman keras jenis ciu. Polisi berhasil mengamankan 18 botol ciu. 11 botol ciu berisi 1,5 liter, sedangkan sisanya berisi 600 mililiter.

"Miras ini kami dapat dari warga Pedukuhan Kenteng, Demangrejo, Kecamatan Sentolo berinisial TR (61)," kata Munarso.

Berdasarkan keterangan pelaku, ia mendapatkan minuman keras tersebut dari seorang supir truk denhan harga Rp25 ribu hingga Rp60 ribu per botolnya. Biasanya peminat ciu dagangan TR merupakan sopir atau para remaja.

Atas perbuatanya, tersangka dikenakan Pasal 11 Ayat 1 juncto Pasal 4 Ayat 1 Peraturan Daerah Kabupaten Kulon Progo Nomor 11 Tahun 2018 atas perubahan Perda Kabupaten Kulon Progo nomor 1 Tahun 2007 tentang Larangan dan Pengawasan Minuman Beralkohol dan atau Minuman Memabukkan Lainnya.

"Yang bersangkutan tidak kami tahan, karena memang secara hukum acara tidak bisa ditahan," ucap Munarso.

Ketika ditanyai jurnalis, ZA mengaku bahwa dia memang benar-benar sehat. Ia berpura-pura sakit agar bisa mendapatkan obat-obatan yang ia butuhkan. Ia mengkonsumsi pil tersebut untuk meningkatkan semangat ketika bekerja.

"Saya makan biar rileks aja. Awalnya tahu dari temen kalau ada klinik yang menyediakan. Sebelumnya saya konsumsi pil sapi (Yarindo)," kata dia.

Akibat perbuatannya, pelaku bakal dijerat Pasal 60 Ayat 2 Undang-Undang RI Nomor 50 Tahun 1997 tentang Psikotropika dengan ancaman hukuman maksimal lima tahun penjara.