Dituduh Hentikan Langkah Petambak, Ini Jawaban Dinas
Pemerintahan

Dituduh Hentikan Langkah Petambak, Ini Jawaban Dinas

Pengasih,(kulonprogo.sorot.co)--Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Kulon Progo angkat bicara usai paguyuban petambak udang Gali Tanjang (Glagah, Palihan Sindutan dan Jangkaran) di Kecamatan Temon mengeluhkan kesulitan mendapatkan solar bersubsidi.

Para petambak menduga bahwa pembatasan solar bersubsidi bagi para petambak merupakan langkah untuk mematikan usaha tambak.

Kepala Bidang Pembudidayaan Ikan DKP Kulon Progo, Leo Handaka, menyatakan pemberlakuan surat rekomendasi kepada para petambak untuk memperoleh solar bersubsidi sudah ada sejak beberapa tahun terakhir. Aturan ini dikeluarkan oleh PT. Pertamina untuk menendalikan konsumsi baham bakar bersubsidi agar tak terjadi kelangkaan.

"Jadi bukan untuk mempersulit, tapi memang regulasinya seperti itu, dan kami hanya menjalankan tugas saja," kata Leo, Jumat (15/03/2019).

Pembatasan solar bersubsidi, kata Leo, bukan hanya diperuntukkan bagi para petambak udang di selatan proyek pembangunan New Yogyakarta International Airport (NYIA). Melainkan bagi seluruh petambak udang di Kulon Progo, seperti di wilayah Kadilangu, Desa Jangkaran, Kecamatan Temon serta di Trisik, Desa Banaran, Kecamatan Galur. 

"Jadi kebijakan pembatasan itu bukan kami yang menentukan. Tapi memang itu dari Pertamina. Bukan maksud kami untuk menyulitkan atau gimana," kata dia.

Ditanya soal proses pembuatan surat rekomendasi, Leo menyebut bahwa DKP terlebih dulu meninjau lokasi tambak. Jika tidak sesuai aturan, seperti di luar kawasan peruntukan dan melanggar batas sempadan pantai atau sungai, maka rekomendasi tidak akan turun.

"Sekarang kan yang menjadi kawasan peruntukan budidaya air payau hanya di Pantai Trisik, Kadilangu sama Pasir Mendit, di luar itu ya sudah melanggar aturan. Dan walaupun masuk di kawasan seperti Pantai Trisik, tapi kalau di luar zonasi yang ditetapkan, kami tidak bisa mengeluarkan rekomendasi," jelasnya.