Tak Kenal Usia, Puluhan Lansia di Terbah Khatam Al Quran
Pendidikan

Tak Kenal Usia, Puluhan Lansia di Terbah Khatam Al Quran

Wates,(kulonprogo.sorot.co)--Menuntut ilmu tak kenal usia. Begitulah kiranya ungkapan yang tepat bagi puluhan ibu-ibu rumah tangga dan lanjut usia (lansia) di RW 03 eks Pedukuhan Terbah, Kelurahan Wates, Kecamatan Wates.

Mereka yang tergabung dalam Kelompok Pengajian Ngudi Saras Lestari diwisuda setelah khatam Al Quran di Masjid At-Taubat, Wates, Rabu (03/04/2019) pagi.

Setidaknya terdapat 88 ibu rumah tangga dan lansia yang diwisuda pagi ini. Sebelum diwisuda, mereka terlebih dahulu diuji oleh pembimbingnya masing-masing setelah tamat menyelesaikan tahapan belajar membaca Al Quran mulai dari Iqra jilid I.

Ketua Kelompok Pengajian Ngudi Saras Lestari, Anik Hudijati mengungkapkan bahwa acara ini diselenggarakan sebagai wujud penghargaan bagi para lansia yang masih mau belajar meskipun usianya tak lagi muda. Para lansia yang tergabung dalam kelompok ini disebutnya selalu bersemangat belajar untuk bisa membaca Al Quran.

"Kelompok ini sudah tiga tahun berdiri. Tapi baru kali ini dilaksanakan wisuda. Karena memang proses belajarnya lama," ungkap Anik.

Selain wisuda, lanjut Anik, dalam acara ini juga dilaksanakan pula penyerahan penghargaan untuk dua orang lansia. Satu orang lansia berusia 80 tahun menerima penghargaan wisudawati tertua. Sedangkan satu orang lainnya menerima penghargaan sebagai peserta terbaik selama proses belajar. 

Salah seorang pembimbing, Rusmini (47) mengaku bahwa memiliki siswa didik lansia baginya merupakan hal yang gampang-gampang susah. Pasalnya, lansia cenderung memiliki daya ingat yang rendah ketika menghafal tanda baca Al Quran. Namun di sisi lain, semangat para lansia ini juga menjadi penyemangat baginya untuk terus mengajar.

"Sejak dulu saya memang sudah mengajar mengaji anak-anak. Terus saya berpikir, kenapa tidak sekalian lansia, ternyata semuanya bisa," kata dia.

Menurut Rusmini, rata-rata setiap lansia membutuhkan waktu sekitar tiga bulan hingga empat bulan untuk bisa membaca Al Quran dengan lancar. Namun ada pula yang membutuhkan waktu yang lebih lantaran daya ingat yang mulai berkurang.

"Lamanya itu tergantung juga dari waktu belajar sehari berapa kali. Kalau makin sering pasti makin cepat," kata dia.

Salah seorang peserta yang diwisuda hari ini, Mujiyem (63) mengaku bahagia dan merasa lebih tentram hatinya ketika bisa membaca Al Quran. Pensiunan guru ini mengaku tak begitu memperhatikan bacaan Al Quran ketika masa mudanya.

"Saya pensiun 2016 lalu. Terus saya merasa kaya ada yang kurang. Terus saya memutuskan untuk belajar baca Al Aquran. Seminggu bisa enam kali belajar," kata dia.