Siswa SMK di Kulon Progo Ciptakan Robot Line Follower
Pendidikan

Siswa SMK di Kulon Progo Ciptakan Robot Line Follower

Wates,(kulonprogo.sorot.co)--Dua orang siswa SMK Muhammadiyah I Wates (Muhiwa) berhasil menciptakan robot yang mampu membaca dan mengikuti garis (line follower). Kedua siswa tersebut adalah Julian Harjo Wiyono dan Muhammad Luthfi Arya Abdulah, siswa kelas X jurusan Teknik Komputer Jaringan (TKJ).

Karya ini patut diapresiasi karena robot jenis ini di masa dapan bakal memiliki peran penting, salah satunya untuk diaplikasikan di troli otomatis pengangkut barang.

Line follower merupakan robot keempat yang diciptakan siswa SMK Muhiwa. Sebelumnya, sudah ada tiga robot yang diciptakan, yakni Robot Analog, Robot Pemadam Api dan Robot Ichibot Ultimate 3. Kali ini, robot line follower ini dinamai dengan Ichibot Ultimate 4S.

"Robot ini jadi sekitar sebulan yang lalu. Proses pembuatan agak susah, banyak kegagalan terutama saat memprogram dari komputer dan modifikasi mesin dinamonya," ungkap Julian di sekolahnya beberapa waktu lalu.

Robot ini bekerja dengan membaca garis melalui lampu LED. Pancaran sinar kemudian ditangkap photodiode atau dioda yang berfungsi mendeteksi cahaya. Setelahnya, langsung tersalur ke Microprocessor Central Unit (MCU) lalu mengarah ke drive berupa dua dinamo kiri dan kanan. Terakhir, tinggal dijalankan dari menu menyesuaikan keinginan penggunanya. 

Ketika ditunjukkan di laboratorium komputer SMK Muhiwa, robot ini mampu beroperasi dengan baik. Robot ini mampu mengikuti garis lurus, berbelok. Bahkan robot ini mampu merubah arah laju dengan begitu responsif. Bahkan kecepatan laju robot ini juga bisa dikendalikan.

"Ketika di persimpangan kanan dan kiri itu, cara kerjanya dengan indeks. Tiap persimpangan ada satu indeks. Kalau mau belok ke kiri pakai sensor kiri, kalau mau ke kanan ya pakai sensor kanan," sambung dia.

Untuk menciptakan robot ini, Julian bersama temannya menghabiskan waktu selama sebulan lebih. Kendala ditemui ketika merangkai sejumlah komponen kecil, lantaran kerap kali menemui kegagalan.

"Untuk biayanya sekitar Rp2 juta. Meskipun sempat gagal, tapi kami tidak menyerah karena merangkai robot itu asik," sambung dia.

Guru pembimbing program robotik SMK Muhiwa, AD Syerit Zulfinda Tahdin mengungkapkan bahwa kedua anak didiknya ini mulanya tak paham tentang dunia robot. Namun berkat kerja keras dan bekal pengetahuan selama di sekolah, kedua siswa ini sukses membuat robot baru.

"Karya kedua siswa ini patut diacungi jempol. Rencananya robot karya siswa ini akan diikutsertakan pada lomba di tingkat daerah dan nasional," kata dia.