Demi Kesejahteraan, Buruh Gendong Pasar Sambat ke Bupati
Sosial

Demi Kesejahteraan, Buruh Gendong Pasar Sambat ke Bupati

Wates,(kulonprogo.sorot.co)--Sejumlah ibu rumah tangga yang berprofesi sebagai buruh gendong asal Kulon Progo bertemu dengan Bupati Kulon Progo, Hasto Wardoyo, Kamis (04/04/2019).

Pertemuan itu dilaksanakan di Rumah Dinas Bupati Kulon Progo dengan diikuti oleh sekitar 25 orang wanita buruh gendong yang bekerja di sejumlah pasar tradisional di Yogyakarta.

Dalam pertemuan itu, para buruh gendong ini menyampaikan sejumlah permasalahan yang tengah mereka perjuangkan solusinya demi kesejahteraan mereka. Diantaranya permasalahan kesehatan, ekonomi hingga permasalahan kesejahteraan hidup lainnya.

"Sebelum sowan ke sini (rumah dinas bupati), kami sudah audiensi beberapa kali. Kemudian hasilnya kami sampaikan ke Pak Bupati," koordinator program buruh gendong di Yayasan Annisa Swasti, Sariroh.

Dikatakan Sariroh, sejumlah buruh gendong asal Kulon Progo ini bekerja di sejumlah pasar tradisional besar di Yogyakarta. Diantaranya di Pasar Beringharjo, Pasar Gamping, Pasar Godean, Pasar Kranggan hingga Pasar Giwangan. Mereka kerap kali diupah dengan nominal yang tak sepadan dengan beban yang mereka pikul. 

"Mereka juga memperjuangkan hak-haknya di sana, yang mungkin upahnya cuma Rp 1 ribu, sekarang sudah berani minta tambah. Karena ibu-ibu itu ngangkutnya bisa sampai 100 kilogram. Jadi sekarang sudah berani minta tambah sampai Rp5 ribu untuk beban mencapai 100 kilogram," kata dia.

Para buruh gendong, kata Sariroh, datang kepada Bupati Hasto meminta agar mereka lebih diperhatikan. Mereka juga ingin terlibat dalam pembangunan daerah asalnya. Di sisi lain, mereka juga ingin mengakses sejumlah fasilitas pelayanan yang selalu diatasnamakan untuk rakyat oleh pemerintah.

Menanggapi kehadiran para buruh gendong, Hasto berpesan agar mereka selalu menjaga kesehatan. Pasalnya kebugaran tubuh menjadi hal penting bagi para buruh gendong ini untuk bekerja.

"Pada intinya saya mendukung perjuangan ibu-ibu ini. Untuk pelayanan, mereka juga bisa mengaksesnya melalui pemerintah desa masing-masing. Kalau untuk usaha, bisa saja membuat koperasi, asalkan benar-benar riil," kata Hasto.