Penentuan Lokasi Embarkasi Haji Mengarah ke Desa Triharjo
Pemerintahan

Penentuan Lokasi Embarkasi Haji Mengarah ke Desa Triharjo

Wates,(kulonprogo.sorot.co)--Penentuan lokasi pembangunan embarkasi haji di Kabupaten Kulon Progo mengerucut di Desa Triharjo, Kecamatan Wates. Luas lahan yang tersedia yakni 9 hektar meliputi 5 hektar tanah kas desa dan 4 hektar tanah Paku Alam Ground (PAG).

Dijelaskan oleh Bupati Kulon Progo, Hasto Wardoyo bahwa dari sekian banyak nominasi titik lokasi yang pernah diusulkan, Desa Triharjo lah yang menjadi usulan prioritas. Terkait pembangunannya, kewenangan ada pada persetujuan Pemda DIY. Hingga saat ini pihaknya masih berkoordinasi dengan Gubernur.

"Saat ini masih kami konsultasikan ke Pak Gubernur, tapi kandidat terkuat di Desa Triharjo. Harapannya 2019 ini bisa dibangun karena masih ada waktu, paling lama 2020 lah," kata Hasto, Jumat (05/04/2019).

Sebelumnya telah ada dua kandidat lain yang telah diusulkan yakni Desa Hargomulyo, Kecamatan Kokap dan Desa Margosari, Kecamatan Pengasih. Namun jika melihat dari status tanahnya, Desa Triharjo yang lebih berpotensi menjadi lokasi pembangunan kantor embarkasi haji. 

"Karena di sana tanah milik pemerintah, milik dinas pertanian. Di belakangnya ada tanah kas desa. Ini potensi dijadikan kantor embarkasi dan asrama haji, sekaligus pelayanan imigrasi," kata Hasto.

Saat ini, lahan milik kas desa di wilayah tersebut telah dikontrak secara rutin oleh Pabrik Madukismo, Bantul selama satu tahun untuk dimanfaatkan sebagai perkebunan tebu. Sedangkan sisanya digunakan petani setempat untuk menanam padi. Sementara 4 hektar tanah milik pemerintah dibangun hunian warga yang terdiri dari 10 KK dan kawasan gedung balai desa.

Mengingat akan ada beberapa warga yang terdampak, pemerintah telah berupaya mengantisipasi terkait nasib mereka kedepan. Menurut Hasto, hal-hal yang perlu diperhatikan adalah hunian warga yang menempati lahan PAG, lahan pengganti untuk petani, dan nasib tanah pelungguh (tanah bengkok) yang merupakan hak perangkat desa.

Sementara itu, Kepala Desa Triharjo, Samsu Giharto berharap pemerintah segera memberi kepastian perihal penggunaan lahan di desanya sebagai lokasi embarkasi haji. Pasalnya kepastian tersebut dibutuhkan sebagai landasan Pemdes sebelum melakukan musyawarah desa untuk merumuskan RAPBDes.

"Kami mengantisipasi kemungkinan merugi karena Pemdes berencana merehabilitasi balai desa yang ikut terdampak. Kalau memang jadi di sini, nanti kan tidak perlu rehab balai desa, malah sekalian pindah aja," tutur Samsu.