Kembangkan Kopi, Petani Nglinggo Terima Bantuan Mesin Huller
Ekonomi

Kembangkan Kopi, Petani Nglinggo Terima Bantuan Mesin Huller

Samigaluh,(kulonprogo.sorot.co)--Sejumlah petani kopi di Pedukuhan Nglinggo, Pagerharjo, Kecamatan Samigaluh tengah berbunga hatinya. Mereka yang tergabung dalam Kelompok Tani Mekar Tani baru saja mendapatkan satu unit mesin huller yang bakal mempermudah proses pengolahan pasca panen kopi mereka.

Bantuan tersebut datang dari Prodi D3 Teknik Mesin Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY). Penyerahan satu unit mesin huller dilaksanakan pada Sabtu (06/04/2019) siang.

Selain penyerahan bantuan, para petani kopi ini juga mendapatkan sejumlah materi pengolahan pasca panen kopi yang benar bersama dengan petani kopi Suroloyo, Windarno dan pe-roasting kopi asal Terbah, Wates, Antok Wijonarko.

Kaprodi D3 Teknik Mesin UMY, M. Abdus Somad mengungkapkan bahwa bantuan tersebut diberikan oleh pihaknya setelah melakukan penelitian terlebih dahulu. Penyerahan bantuan ini merupakan salah satu hal yang wajib ditunaikan oleh dosen di UMY, yakni pengabdian masyarakat.

"Sebelumnya kami melakukan penelitian di sini. Berdasarkan hasil penelitian, para petani ini membutuhkan mesin untuk memisahkan biji kopi dan kulit ari. Maka kami berikan itu," ungkap Somad ditemui di Nglinggo, Sabtu (06/04/2019) siang.

Pihaknya berharap, bantuan tersebut bisa membuat para petani di Nglinggo makin meningkatkan kualitas kopi hasil produksi mereka. Menurutnya, peluang ini harus ditangkap dengan cermat, seiring beroperasinya New Yogyakarta International Airport (NYIA) di Kecamatan Temon. 

"Dengan kegiatan ini kami juga ingin mendorong potensi lokal untuk meningkatkan kualitasnya. Semoga ini bisa dimanfaatkan dengan baik oleh para petani," sambung Somad.

Dalam kesempatan yang sama, pe-roasting kopi asal Terbah, Antok Wijonarko mengaku memang memperhatikan produksi kopi di Nglinggo. Menurutnya, kopi asal Nglinggo memiliki citarasa yang tak kalah saing dengan kopi lainnya. Asalkan proses pasca panen dilakukan dengan benar alias tidak asal-asalan.

"Kopi di sini sebenarnya enak. Memang karena pengolahannya masih terbatas, jadi rasanya kurang maksimal. Saya sendiri berniat mendampingi petani-petani kopi di sini untuk semakin meningkatkan kualitas pengolahan pasca panen," kata dia.

Sementara itu, Ketua Kelompok Tani Mekar Tani, Teguh Kumoro mengungkapkan bahwa saat ini beberapa tahapan proses pengolahan kopi di Nglinggo masih dilakukan secara manual. Hal ini tentunya membuat hasil produksi tak bisa stagnan setiap waktunya.

"Beberapa proses masih manual. Tapi dengan bantuan ini kami berharap hasil panen kopi bisa kami olah secara maksimal," katanya.