Sejumlah Bocah Pakai Atribut Ketahuan Ikut Kampanye di Alun-alun Wates
Politik

Sejumlah Bocah Pakai Atribut Ketahuan Ikut Kampanye di Alun-alun Wates

Wates,(kulonprogo.sorot.co)--Tim Kampanye Daerah (TKD) Koalisi Indonesia Kerja (KIK) menggelar kampanye terbuka nasional di Alun-alun Wates pada Minggu (07/04/2019) siang berlangsung. Sejumlah anak-anak kecil yang sesungguhnya dilarang diikut sertakan dalam kegiatan kampanye politik, justru terlihat di lokasi kampanye.

Sejumlah anak di bawah umur nampak berkeliaran di area Alun-alun Wates di depan panggung acara. Sejumlah anak bermain bersama teman sebayanya, namun ada pula yang justru diajak oleh orang tuanya untuk menghadiri kampanye dukungan untuk pasangan calon presiden dan wakil presiden Joko Widodo-Ma'ruf Amin.

Mirisnya, sejumlah bocah justru tampak mengenakan atribut kampanye. Mulai dari kaos, ikat kepala hingga anak-anak yang membawa bendera kampanye justru dibiarkan oleh orang tua yang berada di sekitarnya.

Berdasarkan pantauan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kulon Progo, terdapat puluhan bocah yang berada di area pelaksanaan kampanye nasional terbuka TKD KIK DIY. Pihak Bawaslu Kulon Progo pun meminta kepada orang tua yang membawa anaknya untuk melepaskan atribut kampanye yang dikenakan anaknya.

"Memang ada beberapa anak yang mengenakan atribut. Kita sudah ingatkan orang tuanya agar dilepas," ungkap Ketua Bawaslu Kulon Progo, Ria Harlinawati di Alun-alun Wates, Minggu (07/04/2019).

Disebutkan olehnya, terdapat puluhan anak-anak di bawah umur yang berada di lokasi kampanye. Sebagian di antaranya mengenakan atribut kampanya. Ketika ditanyai oleh Bawaslu Kulon Progo, para orang tua ini memiliki alasan yang seragam, yakni tak ada orang yang menjaga anaknya ketika ditinggal mengikuti kampanye. 

"Alasannya kebanyakan sama. Tidak ada yang menunggui di rumah. Parahnya, anak-anak ini memakai atribut sejak dari rumah, dan tidak memakai ganti. Jadi kami minta agar kaosnya dibalik agar tidak kelihatan gambarnya," sambung Ria.

Lebih jauh menjelaskan, pihak Bawaslu Kulon Progo telah mengirimkan surat imbauan kepada pelaksana kampanye sebelum kampanye dilakukan hari ini. Dalam surat imbauan tersebut berisi terkait larangan melakukan pelanggaran kampanye, termasuk di antaranya mengajak orang-orang yang dilarang, termasuk anak di bawah umur, Aparatur Sipil Negara (ASN) serta anggota TNI dan Polri.

Setelah melakukan pengawasan di lokasi kampanye, pihaknya bakal mengkaji dokumentasi selama kampanye. Hal itu dilakukan untuk mengetahui bila terjadi adanya pelanggaran.

"Setelah ini akan kita kaji. Kemudian akan kita beri rekomendasi setelahnya," pungkas Ria.