Kampanye di Wates, Menteri Kominfo Pamerkan Tiga Kartu Sakti Jokowi
Politik

Kampanye di Wates, Menteri Kominfo Pamerkan Tiga Kartu Sakti Jokowi

Wates,(kulonprogo.sorot.co)--Dua pekan jelang pencoblosan Pilpres 2019 pada 17 April, Tim Kampanye Daerah (TKD) DIY Joko Widodo - Maruf Amin masih terus merangkul perhatian masyarakat. Upaya kampanye terbuka yang dilakukan di Alun-alun Wates pada Minggu (07/04/2019) tadi demi masyarakat melabuhkan pilihannya kepada paslon nomor urut 01 tersebut.

Di hadapan pada kader dan simpatisan, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) RI, Rudiantara yang hadir dalam kampanye terbuka tersebut memamerkan tiga kartu sakti tambahan Jokowi. Kartu yang terdiri dari Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah, Kartu Sembako Murah, dan Kartu Prakerja itu akan menjadi prioritas program kerja Jokowi - Maruf.

"Sehingga urusan pintar, belanja dan sehat masih tetap menjadi urusan nomor satu. Saya di sini bukan sebagai Menkominfo karena menteri nggak boleh kampanye banyak-banyak, tapi sebagai pendukung Jokowi agar terpilih lagi pada periode berikutnya," kata Rudiantara.

Dipaparkan olehnya, bahwa KIP Kuliah ini nantinya akan diberikan kepada anak lulusan SMA/SMK yang berasal dari keluarga tidak mampu. Dengan begitu, berbekal prestasi yang diraih semasa sekolah, bisa dilanjutkan dan dikembangkan di jenjang perguruan tinggi ataupun akademi. 

"Kartu Sembako Murah untuk menambah Kartu Keluarga Sejahtera kita. Ini diberikan agar masyarakat bisa belanja sembako dengan harga lebih murah," tuturnya.

Sebagai informasi, saat ini pemerintahan Joko Widodo - Jusuf Kalla sudah mengeluarkan tiga kartu sakti yakni Kartu Indonesia Pintar untuk jenjang SD, SMP dan SMA, Kartu Keluarga Sejahtera, serta Kartu Indonesia Sehat. Dengan adanya tiga kartu sakti baru, Rudiantara meyakini bisa membantu masyarakat pada bidang pendidikan dan kesejahteraan.

Orasi politik Rudiantara diakhiri dengan penandatanganan lukisan prasasti

"BerSATU Hati Membangun Negeri, Jokowi Amin-Indonesia Maju" bersama tokoh parpol koalisi dan TKD DIY. Setelah itu dilanjutkan dengan simulasi pencoblosan paslon nomor urut 01.