Anggota Panwas Korban Pemukulan Simpatisan Parpol Lapor Polisi
Hukum & Kriminal

Anggota Panwas Korban Pemukulan Simpatisan Parpol Lapor Polisi

Pengasih,(kulonprogo.sorot.co)--Salah seorang angggota Panitia Pengawas Pemilu (Panwas) Desa Sentolo, Janarta melapor ke Satuan Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Kulon Progo, Rabu (10/04/2019).

Ditemani sejumlah anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kulon Progo dan Panwascam, Janarta melaporkan tindak penganiayaan yang dialami dirinya pada Minggu (07/04) sore lalu ketika melakukan pengawasan pelaksanaan kampanye terbuka.

Seperti diberitakan sorot.co sebelumnya, Janarta harus menerima lima jahitan di kepala bagian belajang serta dua bekas luka memar akibat kericuhan massa yang diduga simpatisan partai. Peristiwa itu terjadi di Pedukuhan Malangan, Sentolo, Kecamatan Sentolo, ketika rombongan bertolak dari lokasi pelaksanaan kampanye terbuka nasional yang diadakan oleh Tim Kampanye Daerah (TKD) Koalisi Indonesia Kerja (KIK) DIY di Alun-alun Wates.

Dalam laporannya, Janarta menyampaikan kronologis lengkap penganiayaan yang dialami oleh dirinya kepada petugas. Bahkan ketua Bawaslu Kulon Progo, Ria Harlinawati turut menemani Janarta ketika melakukan pelaporan.

"Saya didampingi teman-teman untuk melaporkan apa yang menimpa saya. Agar tidak terjadi lagi hal serupa. Ketika itu saya bertugas di wilayah Sentolo karena masih masuk Kulon Progo, meskipun berbatasan dengan Bantul," ungkap Janarta, Rabu (10/04/2019) siang ditemui usai membuat laporan.

Janarta berharap, usai membuat laporam tersebut, penganiayaan yang dialami dirinya bisa segera ditangani oleh pihak kepolisian. Ia dan seluruh anggota Bawaslu dan Panwas berharap agar pelaku penganiayaan dan perusakan rumah segera bisa diamankan. 

Hal senada diungkapkan oleh Ketua Bawaslu Kulon Progo, Ria Harlinawati. Melalui pelaporan ini, pihaknya ingin menunjukkan kepada masyarakat bila pelanggaran pemilu bakal ditindak dan langsung direspon oleh pihaknya.

Selain membuat laporan kepada pihak Kepolisian Resor Kulon Progo, insiden yang dialami oleh Janarta ini juga masih dalam penyelidikan Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakumdu) Kulon Progo. Bawaslu, Kepolisian dan Kejaksaan Negeri yang tergabung dalam gakumdu akan mendalami lebih jauh peristiwa ini, pasalnya berpotensi terjadi pelanggaran pidana pemilu.

"Untuk pidana pemilu masih kita bahas di sentra gakumdu. Kami masih mencoba mengumpulkan keterangan saksi dan alat bukti," terang Ria.

Sementara itu, Kasubbag Humas Polres Kulon Progo, AKP Sujarwo mengungkapkan bahwa setelah menerima laporan, pihaknya bakal segera melakukan penyelidikan. Setelah menerima laporan, penyidik bakal melakukan pemeriksaan terhadap pelapor dan sejumlah saksi mata. Hasil pemeriksaan itulah yang nantinya bakal dijadikan bekal oleh pihak kepolisian untuk mendalami kasus ini.

"Untuk saat ini belum bisa kami sampaikan hasilnya seperti apa, karena penyidik masih melakukan pemeriksaan," kata dia.