Program KB Tak Maksimal, Ini Penyebabnya
Pemerintahan

Program KB Tak Maksimal, Ini Penyebabnya

Wates,(kulonprogo.sorot.co)--Program Keluarga Berencana (KB) sebagai bentuk pengendalian kuantitas penduduk di Kulon Progo dirasa kurang optimal. Hal ini terjadi lantaran jumlah penyuluh progdam KB tak sebanding dengan jumlah desa dan kelurahan yang ada di Kulon Progo.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPMD Dalduk dan KB) Kulon Progo, Sudarmanto mengungkapkan bahwa program KB merupakan program yang krusial. Pasalnya, program ini mampu mengontrol Total Fertility Rate (TFR) di DIY tiap tahunnya.

"Ada kenaikan dibandingkan 2012 yang masih 2,1, oleh karena itu perlu dikendalikan pengendalian kuantitas penduduk, salah satunya dengan program KB ini. Kami akan usulkan kepada pusat untuk menambah jumlah penyuluh," ungkap Sudarmanto, Kamis (11/04/2019).

Saat ini, lanjur Sudarmanto, di Kulon Progo hanya terdapat 45 orang penyuluh KB, dari total 87 desa dan 1 kelurahan. Jumlah tersebut tak sebanding, sehingga membuat para penyuluh harus membina warga di dua hingga tiga desa. 

"Hal ini menjadi kendala. Kalau jumlah kurang, penyuluh akan kesulitan mengakses desa-desa yang medannya sulit, seperti di Kecamatan Kokap. Penyuluh ini memiliki tugas memberikan edukasi kepada pasangan subur yang belum ber-KB melalui Komunikasi Informasi Edukasi (KIE)," terang Sudarmanto.

Melalui KIE, sambung dia, jumlah peserta aktif KB di Kulon Progo terus mengalami peningkatan tiap tahunnya. Dari 69,21 persen pada 2016 menjadi 71,29 persen di tahun lalu. Pun begitu dengan capaian persentase peserta KB baru yang pada 2016 hanya 61,39 persen naik menjadi 70,66 persen pada 2018.