Sebanyak Belasan Warga Binaan Tak Bisa Gunakan Hak Pilihnya
Politik

Sebanyak Belasan Warga Binaan Tak Bisa Gunakan Hak Pilihnya

Wates,(kulonprogo.sorot.co)--Sebanyak 14 orang warga binaan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Klas IIB Wates tak bisa menggunakan hak pilihnya pada Pemilihan Umum (Pemilu) 2019, Rabu (17/04/2019). Nama dari ke-14 warga binaan ini tak tercatat dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) maupun Daftar Pemilih Tambahan (DPTb) Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kulon Progo.

Kepala Rutan Klas IIB Wates, Deny Fajariyanto mengungkapkan bahwa pihaknya menyayangkan hal ini. Padahal menurutnya, pihak Rutan selalu memperbaharui DPT warga binaan di Rutan Wates setiap sebulan. Hanya saja, ketika pelaksanaan pencoblosan, hanya ada nama seorang warga binaan yang masuk dalam DPT. 

"Di dalam Rutan ada TPS 41. Untuk DPT ada 14 orang, satu warga binaan, sisanya pegawai. Untuk DPTb ada 66 semuanya warga binaan. Jadi total pemilih ada 80 hari ini," ungkap Deny di TPS 41 Rutan Klas IIB Wates, Rabu (17/04/2019) siang.

Dikatakan oleh Deny, per Rabu (17/04), Rutan Klas IIB Wates dihuni oleh 81 orang warga binaan. 67 orang warga binaan bisa menggunakan hak pilihnya, sedangkan 14 orang sisanya tak bisa menggunakan hak pilih lantaran berbagai kendala. Seperti permohonan pengajuan surat A5 yang tak dipenuhi oleh KPU dan berbagai alasan lainnya. 

"Dari kami sendiri menyayangkan. Padahal setiap bulan kita selalu update DPT. Karena memang kondisi di rutan penghuninya bisa berkurang dan bertambah setiap waktu," sambung Deny.

Atas kondisi ini, lanjut Deny, pihaknya hanya bisa menyerahkan proses pelaksanaan Pemilu 2019 kepada KPU Kulon Progo. Pihaknya berharap, hal ini bisa menjadi evaluasi untuk pelaksanaan pemilu di periode selanjutnya.

Lebih lanjut diungkapkan oleh Deny, dalam pemilu kali ini, pihaknya mengusung tema merah putih di TPS yang ada di dalam rutan. Hal ini ditujukan untuk mengajak para pemilih di dalam rutan tetap menjaga persatuan meskipun berbeda pilihan.

"Memang sengaja kami angkat tema merah putih. Hal ini untuk menjunjung persatuan dan kesatuan, meskipun berbeda pilihan," pungkas Deny.