Belasan Surat Suara DPRD Provinsi Tertukar di Durungan
Politik

Belasan Surat Suara DPRD Provinsi Tertukar di Durungan

Wates,(kulonprogo.sorot.co)--Sebanyak 12 lembar surat suara Pemilu 2019 untuk Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 21 Wates di eks Pedukuhan Durungan, Kelurahan Wates, Kecamatan Wates tertukar dengan dapil lain.

Hal ini diketahui setelah Kelompok Panitia Pemungutan Suara (KPPS) setempat membuka kotak suara dan melakukan penghitungan suara untuk anggota DPRD Provinsi pada Rabu (17/04/2019) malam.

Sebanyak 12 suara untuk DPRD Provinsi tertukar dengan daerah pemilihan (Dapil) 1 Kota Yogyakarta. Semestinya, surat suara yang didistribusikan di Kulon Progo ialah surat suara dengan keterangan Dapil IV Kulon Progo.

Setelah diketahui bahwa surat suara tertukar, pihak KPPS setempat langsung berkoordinasi dengam pihak Panitia Pengawas Pemilu Kecamatan (Panwascam) Kecamatan Wates. Berdasarkan hasil koordinasi, surat suara yang tertukar tetap dihitung, surat suara yang dinyatakan sah bakal dimasukkan pada kolom partai politik di form hasil penghitungan suara.

'Tadi dari 12 surat suara yang tertukar. Berdasarkan surat edaran KPU Kulon Progo, surat suara yang tertukar dan sudah tercoblos tetap dihitung, tapi suara diberikan kepada partai politik yang dicoblos, bukan nama caleg yang dicoblos,

" ungkap Ketua Panwascam Wates, Aris Triyana ditemui sorot.co di TPS 21 Wates.

Berdasarkan hasil penghitungan suara, delapan surat suara dinyatakan sah, sedangkan empat suara lainnya belum tercoblos, namun oleh pemilih tetap dimasukkan ke dalam kotak suara. Adapun hasil penghitungan surat suara yang tertukar, empat suara diberikan kepada PDIP, satu suara untuk Perindo, satu suara untuk PSI, satu suara untuk PBB dan satu suara untuk PKS. 

"Tadi sudah disepakati oleh KPPS dan saksi dari masing-masing partai yang ada di TPS. Semuanya dihitung," kata dia.

Ketua KPPS TPS 21 Wates, Gimin mengungkapkan bahwa surat suara yang tertukar tersebut pertama kali ditemukan ketika pihaknya hendak menghitung suara untuk DPRD Provinsi. Sebelumnya, pihak KPPS mengaku tak ada pemilih yang menyampaikan bila ada surat suara yang tertukar kepada anggota KPPS yang bertugas.

"Tadi itu tidak ada yang laporan. Mungkin hanya bisik-bisik setelah nyoblos. Yang sudah tercoblos itu mungkin yang orang-orang tua kemudian asal coblos," kata dia.

Salah seorang caleg DPRD DIY dapil IV Kulon Progo, Novida Kartika Hadhi menyayangkan peristiwa ini bisa terjadi. Pasalnya, hal tersebut terjadi di TPS yang semestinya menjadi lumbung suara baginya. Meski begitu, ia tak mau memprotes lebih lanjut dan berharap KPU mengevaluasi hal ini.

"Ya sebenarnya saya juga dirugikan karena tempat ini basis suara bagi saya. Tapi ya mau bagaimana lagi, semoga saja ini bisa jadi evaluasi," katanya.