Banyak Diminati, Ini Langkah Petani Kopi Suroloyo Jaga Stok Tetap Aman
Ekonomi

Banyak Diminati, Ini Langkah Petani Kopi Suroloyo Jaga Stok Tetap Aman

Samigaluh,(kulonprogo.sorot.co)--Kopi Suroloyo yang berasal dari Pedukuhan Keceme, Gerbosari, Kecamatan Samigaluh memang digandrungi oleh sebagian besar pecinta kopi. Bagi mereka, Kopi Suroloyo memiliki cita rasa khas yang membuat mereka ketagihan.

Hal itu membuat permintaan akan Kopi Suroloyo kadang lebih besar ketimbang stok yang dimiliki oleh para petani kopi di Suroloyo. Para petani kopi ini pun kemudian membuat siasat, agar stok kopi yang mereka miliki setiap panen bisa terjaga hingga masa panen selanjutnya tiba.

Salah seorang petani kopi asal Suroloyo, Windarno mengungkapkan, permintaan akan Kopi Suroloyo selalu banyak. Bahkan, bila permintaan tersebut terus dipenuhi, stok kopi yang ada bakal ludes dalam waktu tak lebih dari 2 bulan.

"Menjelang masa panen seperti ini, permintaan mulai berdatangan. Tapi para petani di sini punya siasat untuk membatasi permintaan petani kopi," ungkap Windarno, Sabtu (20/04/2019).

Pembatasan bagi setiap pemesanan kopi tersebut dilakukan oleh para petani kopi agar mereka sendiri tak kehabisan stok. Pasalnya, para petani ini juga memiliki usaha dalam bentuk lain untuk menjual kopi mereka. Di antaranya dengan menjual kopi bubuk siap seduh, hingga membuka kedai kopi di sekitaran area obyek wisata Puncak Suroloyo untuk memenuhi permintaan para wisatawan. 

Untuk memenuhi permintaan sejumlah kedai kopi di DIY saja, kata Windarno, para petani sudah kewalahan bila tak pandai-pandai dalam mengelola menejemen penyimpanan kopi. Pasalnya, setiap bulan, satu kedai kopi bisa meminta Kopi Suroloyo sekitar 20 kilogram.

"Bahkan untuk memenuhi permintaan kopi dari Kulon Progo juga sudah banyak sekali. Belum lagi kalau harus kirim ke pelanggan yang dari luar negeri," ungkap Windarno.

Untuk menjaga cita rasa kopi agar stabil, kopi yang telah masuk proses pengolahan pasca panen disimpan dalam bentuk gabah (biji kopi masih dilapisi kulit cangkang). Setelah stok biji kopi yang disangrai habis, barulah para petani ini mengupas stok yang masih disimpan, kemudian disangrai.

"Dengan menyimpan biji yang masih gabah ini efektif. Cita rasanya tetap terjaga meskipun sudah disimpan berbulan-bulan. Kalau sudah disangrai, dengan penyimpanan yang tepat, biji kopi bisa bertahan paling lama 8 bulan," terang Windarno.

Sementara itu, Ignatius Prastyadi, salah seorang pemilik kedai kopi di Wates mengaku memang telah memesan kopi sesaat sebelum musim panen. Hal ini ia lakukan agar dirinya kebagian kopi asal Suroloyo. Di kedai miliknya, ia memang membuat sejumlah menu dengan bahan utama kopi Suroloyo dan sejumlah kopi lainnya dari Kulon Progo.

"Peminatnya memang banyak. Jadi ya kalau kehabisan stok sering banyak yang nanyain," kata dia.