KPU Kulon Progo Tindaklanjuti Rekomendasi PSU di Dua TPS
Politik

KPU Kulon Progo Tindaklanjuti Rekomendasi PSU di Dua TPS

Wates,(kulonprogo.sorot.co)--Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kulon Progo telah menindaklanjuti rekomendasi Pemungutan Suara Ulang (PSU) yang diberikan oleh Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kulon Progo. Rekomendasi tersebut juga telah diteruskan kepada KPU DIY.

Ketua KPU Kulon Progo, Ibhah Mutiah mengungkapkan, pihaknya menunggu keputusan dari KPU DIY terkait rekomendasi usulan PSU dari Bawaslu Kulon Progo. Seperti diketahui, 2 tempat pemungutan suara (TPS) di Kulon Progo diusulkan untuk melakukan PSU. Kedua TPS tersebut adalah TPS 31 Wates di Kelurahan/Kecamatan Wates dan TPS 03 Margosari di Desa Margosari, Kecamatan Pengasih.

"Sudah kami sampaikan ke KPU DIY. Sudah kami koordinasikan dan menunggu hasilnya," ungkap Ibhah, Sabtu (20/04).

Ibhah menyebut, keluarnya rekomendasi tersebut diharapkan bisa menjadi bahan evaluasi bersama. Tak hanya bagi pelaksana di TPS yakni Kelompok Panitia Pemungutan Suara (KPPS), melainkan bagi pengawas pemilu yang juga hadir ketika pelaksanaan pemungutan suara. 

"Ya kalau mau dicari yang salah, semuanya salah. Kenapa ketika itu terjadi (kesalahan pemungutan), pengawas hanya membiarkan. Tapi kita kan tidak cari yang salah," katanya.

Diberitakan sorot.co sebelumnya, Ketua Bawaslu Kulon Progo, Ria Harlinawati mengungkapkan bahwa dua TPS yang direkomendasikan untuk melakukan PSU di dua TPS di Kecamatan Wates dan Kecamatan Pengasih. Kelompok Panitia Pemungutan Suara (KPPS) di kedua TPS tersebut dianggap Bawaslu melakukan kesalahan dalam prosedur pemungutan suara.

Di TPS 31 Wates terdapat dua orang warga Papua yang tidak terdaftar dalam Daftar Pemilih Tambahan (DPTb), tetapi KPPS memberi hak pilih untuk surat suara pilpres oleh KPPS. Sedangkan di di TPS 02 Margosari, anggota KPPS memberikan lima jenis surat suara kepada 3 orang pemilih yang tercatata di DPTb sebagai pemilih pindah memilih. Semestinya KPPS hanya memberikan empat jenis surat suara.