Sultan Bakal Buka BBGRM dan Hari Kesatuan Gerak PKK di Kulon Progo
Pemerintahan

Sultan Bakal Buka BBGRM dan Hari Kesatuan Gerak PKK di Kulon Progo

Wates,(kulonprogo.sorot.co)--Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengkubuwono X bakal membuka Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) XVI dan Hsri Kesatuan Gerak PKK ke-47 di Kecamatan Kalibawang. Rencananya, kegiatan tersebut bakal dilaksanakan pada 24 April hingga 26 Juni mendatang.

Sesuai dengan jadwal yang ada, Kegiatan BBGRM akan dibuka di Kecamatan Kalibawang pada Rabu (24/04), dilanjutkan Panjatan Jumat (26/04) dan Girimulyo (29/04) serta di Lendah pada (30/04).

Selanjutnya akan dilaksanakan di Samigaluh pada (02/05), Temon (03/05), Galur (18/06) dan Wates (19/06). Di kecamatan Kokap pada (20/06), Sentolo (24/06), Pengasih (25/06) dan terakhir di Nanggulan pada (26/06).

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPMPD Dalduk dan KB) Kulon Progo, Sudarmanto mengungkapkan bahwa pelaksanaan kegiatan BBGRM tahun ini lebih panjang ketimbang sebelumnya. Pasalnya, pada tahun ini, BBGRM dilaksanakan sebelum hingga sesudah bulan puasa atau setelah lebaran.

Kegiatan yang dikemas pun bakal berbeda dengan kegiatan di tahun-tahun sebelumnya. Kegiatan BBGRM XVI bakal fokus pada sektor pemberdayaan masyarakat. Salah satunya dengan memaksimalkan peran Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di tengah masyarakat.

Kita ingin bagaimana BUMDes ini bisa ikut berperan lebih dalam pemberdayaan masyarakat,” ungkap Sudarmanto, Selasa (23/04/2019).

Dijelaskan lebih jauh oleh Sudarmanto, beberapa BUMDes di Kulon Progo telah menunjukkan perannya di tengah masyarakat. Diambil contoh olehnya, Seperti di Desa Gulurejo Lendah pada sisi pengembangan bank Sampah, Desa Ngentakrejo pada perdagangan hingga Pengelolaan Desa Wisata di Samigaluh. 

BBGRM menurutnya masih sangat diperlukan, lantaran kegiatan tersebut memiliki peran dalam upaya memelihara dan merevitalisasi semangat gotong royong yang sesuai dengan nilai kebudayaan masyarakat Indonesia. Semangat inilah yang harus terus digalakkan, seiring perkembangan Kulon Progo yang bakal menjadi kawasan perkoraan setelah keberadaan Bandara Internasional Yogyakarta (BIY) di Kecamatan Temon.

Selain beragam kegiatan di sektor pemberdayaan masyarakat, BBGRM juga bakal menampilkan keberhasilan pembangunan dan tingkat swadaya masyarakat dalam proses pembangunan. Potensi UMKM yang ada di setiap kecamatan, juga akan ditampikan bekerjasama dengan Dinas Koperasi UMKM dan Koperasi beserta Dinas Perdagangan.

"Dengan banyaknya produk UMKM yang punya daya saing ini bisa menguatkan Bela BeliKu. Sehingga beragam produk UMKM Kulon Progo bisa tampil di bandara," kata dia.