Libur Lebaran, Kunjungan Kawasan Mangrove Menurun
Wisata

Libur Lebaran, Kunjungan Kawasan Mangrove Menurun

Temon,(kulonprogo.sorot.co)--Jumlah kunjungan wisata di kawasan hutan mangrove di Desa Jangkaran, Kecamatan Temon ketika libur lebaran menurun bila dibandingkan libur lebaran tahun lalu. Berdasarkan pantauan sorot.co pada H+1 lebaran atau pada Jumat (07/06/2019) siang, jumlah kunjungan ke wisata mangrove Pasir Kadilangu hanya mencapai seribuan orang saja.

Tak seperti tahun sebelumnya, wisata mangrove tak dipadati wisatawan. Padahal pada tahun lalu, pengunjung bahkan dibuat mengantre untuk berfoto di sejumlah spot yang disediakan.

"Ketimbang libur lebaran yang lalu memang lebih sedikit. Penurunan bahkan bisa mencapai 50 persen," ungkap Humas Wisata Mangrove Pasir Kadilangu, Matsui pada Jumat siang.

Dituturkan oleh Matsui, pada libur lebaran tahun lalu, rata-rata jumlah kunjungan per hari bisa mencapai 2 ribu hingga 3 ribu orang. Sementara pada tahun ini, angka kunjungan perhari hanya sebanyak seribu sampai 1,5 ribu orang saja. 

Penurunan jumlah kunjungan ini, kata Matsui, bisa saja terjadi akibat makin banyaknya destinasi wisata baru yang muncul. Meski begitu, pengelola wisata ini tak berkecil hati dan yakin bila wisata yang dikelola swadaya ini tetap memiliki peminat.

"Meski jumlah kunjungannya menurun, tapi antusias wisatawan yang datang tetap luar biasa. Kita akan selalu meningkatkan pelayanan dan selalu menambah spot foto baru," kata dia.

Pada libur lebaran kali ini, lanjut Matsui, pihaknya tak menarget penghasilan tertentu dan jumlah kunjungan tertentu. Meski begitu, perputaran rupiah di kawasan wisata ini ditaksir mencapai puluhan juta tiap harinya.

Salah seorang wisatawan asal Demak, Jawa Tengah, Rahma Aulia Fridanti (20) mengaku baru pertama kali mengunjungi wisata mangrove. Ia mengaku takjub dengan pengelolaan kawasan wisata yang dilakukan secara swadaya oleh warga ini.

"Saya tahu dari internet dan saudara-saudara di Purworejo. Tempatnya bagus, recomended untuk liburan," kata dia.