Pencurian Telur Penyu Masih Marak di Kulon Progo
Peristiwa

Pencurian Telur Penyu Masih Marak di Kulon Progo

Galur,(kulonprogo.sorot.co)--Pencurian dan penjualan telur penyu secara ilegal masih marak di Kabupaten Kulon Progo. Dua lokasi yang kerap jadi sasaran oknum tak bertanggung jawab ialah Pantai Trisik di Kecamatan Galur dan Pantai Congot di Kecamatan Temon.

Di Pantai Trisik, meskipun pengelolaan konservasi penyu berjalan dan dibawah pengawasan kelompok konservasi Penyu Abadi, pencurian telur penyu tetap saja terjadi. Setiap tahunnya, sarang penyu yang baru saja digunakan untuk bertelur jadi sasaran empuk bagi pencuri.

Kepala Konservasi Wilayah I Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Yogyakarta, Untung Suripto mengatakan bila pencurian telur penyu diakuinya masih marak. Kendati begitu, pihaknya tak pernah berhenti untuk mensosialisasikan tentang pentingnya merawat telur penyu.

"Saya harap adanya kerja sama dari masyarakat. Penyu itu merupakan satwa dilindungi berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1999," ungkap Untung, Rabu (07/08/2019).

Kejadian serupa juga masih marak ditemukan di Pantai Congot, Kecamatan Temon. Ketua Kelompok Pengawas Masyarakat (Pokmaswas) Wanatirta Warsa Suwita mengatakan, sebenarnya penemuan telur penyu pada tahun 2019 cukup banyak. 

Kendati demikian, masyarakat yang peduli dengan memberikan temuan telur penyu ke Pokmaswas hanya segelintir saja. Jumlah telur serahan tak sebanyak jumlah sarang telur penyu yang kosong ketika ditemukan.

"Saya dengar baru-baru ini ada masyarakat yang jual telur penyu diam-diam," kata dia.

Untuk mengantisipasi hal ini, sebenarnya Pokwasmas kerap memberikan uang ganti bagi masyarakat yang menemukan telur penyu. Namun jumlah tersebut tetap tak sebanyak ketika telur penyu bila dijuak ke tengkulak.

"Tahun kemarin kami hanya menetaskan satu sarang dengan jumlah 50 butir. Sebenarnya ada banyak sarang penyu, tapi banyak yang diambil masyarakat untuk jamu," pungkas dia.