Pelaku Usaha Mangrove Mengeluh Jumlah Pengunjung Turun
Wisata

Pelaku Usaha Mangrove Mengeluh Jumlah Pengunjung Turun

Temon,(kulonprogo.sorot.co)--Penurunan jumlah pengunjung di obyek wisata hutan Mangrove makin dirasakan ketika ombak tinggi menerpa pantai selatan. Hal ini berimbas kepada sejumlah hal. Termasuk di antaranya penurunan pendapatan bagi pelaku usaha di lokasi obyek wisata. Salah satunya ialah pelaku usaha di Mangrove Jembatan Api-Api (MJAA).

Salah seorang pelaku usaha MJAA, Tukiyat (36), mengatakan bila penurunan jumlah pengunjung mencapai 70 persen. Padahal sebelumnya, ketika kabar ombak tinggi belum mencuat, jumlah kunjungan mencapai 3.000-an orang per hari.

Turunnya kira-kira bisa sampai 70 persen, sekarang itu bisa dapat 100 kunjungan sudah bagus,” ujar Tukiyat, Jumat (09/08/2019).

Dia mengatakan sepinya wisatawan membuat sebagian pelaku usaha yang mayoritas membuka usaha warung makan dan aneka jajanan di MJAA memilih untuk tutup. Terutama warung yang beroperasi di dekat sempadan pantai. 

Sementara untuk warung-warung yang berada tak jauh dari pintu masuk obwis, seperti warung miliknya, tetap buka karena masih ramai dikunjungi oleh warga setempat dan para petambak udang.

Dari sekitar 100 warung, yang buka hanya sebagian, kaya saya ini tetap buka, karena di sini untuk melayani para petambak udang, tapi kalau yang warung-warung deket pantai pada tutup saking sepinya wisatawan,” ucapnya.

Bila hal ini terus dibiarkan, para pelaku usaha ini cemas bila usahanya bangkrut. Pemerintah diharapkan bisa segera mengambil tindakan untuk mengantisipasi hal tersebut.

"Sekarang wisatanya lumpuh. Di sisi lain bangunan terus dikembangkan tapi pengujung gak ada, ya jatuhnya rugi," ujarnya.