Viral Truk Trobos Perlintasan Kereta Api, Ini Kronologinya
Peristiwa

Viral Truk Trobos Perlintasan Kereta Api, Ini Kronologinya

Wates,(kulonprogo.sorot.co)--Jagat media sosial kembali membikin kejadian di perlintasan kereta api sebidang viral. Kali ini, kejadian yang melibatkan dua unit truk dam itu terjadi di perlintasan kereta api sebidang sisi barat Stasiun Wates atau Teteg Kulon.

Dalam video yang tersebar di media sosial, terekam dua unit truk dam berhenti di tengah perlintasan ketika suara isyarat kereta melintas berbunyi keras. Di sisi selatan perlintasan, palang pintu patah diduga akibat tertabrak salah satu truk.

Ketika dikonfirmasi, Kepala Stasiun Wates, Burhani Aryo Pamungkas membenarkan hal tersebut. Peristiwa itu terjadi pada Jumat (09/08/2019) siang sekitar pukul 11.30 WIB.

"Iya memang benar ada kejadian itu. Saat itu kereta hendak berangkat dari Stasiun Wates," ungkap Burhani, Sabtu (10/08/2019) siang.

Diungkapkan olehnya, mulanya ada tiga truk dam yang berjalan beriringan ketika palang perlintasan hendak ditutup. Truk paling depan berhasil melintas, sedangkan dua truk lainnya gagal dan mengakibatkan palang kereta berbentur dengan bak truk. 

Beruntung ketika itu bukan kereta cepat yang melintas di perlintasan tersebut. Sehingga tabrakan keras bisa terhindarkan. Kejadian itu juga tak menyebabkan kemunduran jadwal keberangkatan kereta api.

"Untuk kerusakan palang pintu sudah langsung diganti oleh supir truknya. Palang perlintasan sudah berfungsi kembali pada pukul 14.00 siang kemarin," katanya.

Ia mengimbau kepada seluruh pengguna jalan untuk bersabar bila isyarat kereta melintas telah berbunyi. Merunut pada Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 Pasal 114, seluruh pengguna jalan wajib berhenti ketika isyarat kereta melintas berbunyi.

"Memang sesuai undang-undang, kereta harus diprioritaskan ketimbang kendaraan lainnya," kata dia.

Sementara itu, Kasat Lantas Polres Kulon Progo, AKP Maryanto mengaku juga telah mengetahui peristiwa tersebut. Pihaknya telah mengantongi identitas kedua sopir, namun tak dibeberkan kepada wartawan.

"Permasalahan ini sudah diselesaikan secara kekeluargaan. Jadi sudah clear," ungkap Maryanto.

Sebenarnya, kata Maryanto, pihaknya telah menyiagakan petugas di perlintasan kereta api yang dilalui oleh kendaraan ketika jam-jam padat lalu-lintas. Hanya saja, para pengendara kerap abai terhadap keselamatannya sendiri ketika petugas tak berjaga.

"Ketika pagi hari ada petugas yang disiagakan. Tapi ketika siang sampai malam, banyak pengendara yang nekat menerobos," sambung Maryanto.