Keberadaan Jalan Bebas Hambatan Diharapkan Dongkrak Investor
Ekonomi

Keberadaan Jalan Bebas Hambatan Diharapkan Dongkrak Investor

Wates,(kulonprogo.sorot.co)--Rencana pembangunan jalan bebas hambatan atau jalan tol Solo-Yogyakarta-Kulon Progo diharapkan mampu mendongkrak angka investasi di Kulon Progo. Pemerintah setempat pun membuka peluang bagi para investor untuk menanamkan modalnya di Bumi Binangun.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu (DPMPT) Kulon Progo, Agung Kurniawan. Selain ruas jalan tol yang kini masih digodok, pembangunan jalur Bedah Menoreh juga menjadi sarana pendukung guna mendongkrak investasi.

"Sejauh ini, investasi infrastruktur hanya dilakukan oleh pemerintah, seperti jalan tol dan sarana publik lainnya. Sehingga, kami berharap pembangunan jalur jalan tol dan pembangunan Bedah Menoreh mampu mendongkrak investasi bidang investruktur," kata Agung, Minggu (24/11/2019).

Dijelaskan oleh Agung, saat ini pemerintah pusat tengah gencar melakukan pembangunan infrastruktur melalui proyek strategis prioritas nasional di Jawa Tengah dan DIY. Proyek strategis yang sudah teralisasi, yakni Yogyakarta Internasional Airport (YIA) di Kecamatan Temon dengan estimasi investasi lebih dari Rp10 triliun. 

Selanjutnya, proyek strategis yang perencanaanmya tengah digodok berdasarkan data Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas (KPPIP), diantaranya Jalan tol Solo – Yogyakarta -Kulon Progo. Proyek ini bakal dibangun dengan total panjang 91,93 kilometer menghabiskan biaya investasi yang diperkirakan mencapai Rp 22,54 triliun.

Proyek lainnya ialah Jalan Tol Bawen - Yogyakarta yang memiliki panjang 71 km dengan biaya investasi total sebanyak Rp12,139 triliun. Rencananya, proyek akan dimulai pada 2020 dengan melakukan pembebasan lahan.

"Sejak adanya pembangunan YIA, otomatis investasi pemerintah di bidang infrastruktur juga ikut naik, mulai dari rencana pembangunan jalan tol, dan jalur kereta bandara," kata Agung.

Dilanjutkan oleh Agung, investasi infrastruktur yang dilalukan oleh pemerintah akan membuka akses masyarakat luar daerah Kulon Progo dan sebaliknya warga Kulon Progo yang keluar daerah. Dampak yang akan terasa termasuk di antaranya perputaran uang, dinamika ekonomi dan pertumbuhan ekonomi di Kulon Progo yang bakal meningkat.