Dikirim ke Jakarta, Calon Cawabup Diwejang Pengurus DPP PDIP
Politik

Dikirim ke Jakarta, Calon Cawabup Diwejang Pengurus DPP PDIP

Wates,(kulonprogo.sorot.co)--Sekretariat Bersama (Sekber) Penjaringan Cawabup Kulon Progo mengirim delapan orang cawabup hasil penjaringan ke Jakarta, Kamis (29/11/2019). Mereka dikirim ke Jakarta untuk dikenalkan dengan pengurus DPP PDIP serta mendapatkan wejangan dari Sekjend DPP PDIP, Hasto Kristiyanto.

Bendahara Sekber Penjaringan Cawabup Kulon Progo, Akhid Nuryati menyampaikan, pengenalan cawabup kepada pengurus DPP PDIP merupakan bagian dari tahapan penjaringan. Dalam pengenalan yang juga menjadi ajang konsultasi ini, Sekber membawa seluruh berita acara proses pengisian wakil bupati termasuk pembobotan dan penyampaian visi misi yang dinilai akademisi.

"Jadi seluruh data dalam proses penjaringan terdokumentasi dengan baik dan dapat dipertanggungjawabkan," kata Akhid, Jumat (29/11/2019).

Selain Ketua, Sekretaris dan Bendahara DPC PDIP Kulon Progo, pihak yang turut mengantar cawabup ke Jakarta yakni ketua harian dan sekretariat sekber. Dalam kesempatan ini, dari delapan cawabup hanya tujuh calon yang bisa hadir karena satu lainnya yakni Eko Susanto sedang berhalangan. 

Meski demikian, konsultasi yang dilakukan tidak serta merta mengerucutkan dua nama calon tetap. DPP butuh waktu untuk mempelajari dan melihat pembobotan calon satu persatu, sebelum kemudian menyampaikan catatan tambahan.

"Di sana ajangnya murni hanya konsultasi bersama-sama, tidak ada lobi-lobi atau pemberian ruang satu persatu calon. Semacam silaturahmi saja," imbuh Akhid.

Akhid memastikan, penentuan dua nama calon tetap menjadi kewenangan Sekber Penjaringan Cawabup. Pusat hanya memberikan referensi dan wejangan saja, itu pun disampaikan kepada seluruh calon secara bersamaan. Akhid mengungkapkan, pada pertemuan itu Hasto memberikan arahan kepada cawabup bahwa berpartai sama dengan membangun kehidupan. Siapapun yang terpilih nanti, harus siap menjadi kader PDIP.

"Kami berharap, dua nama calon tetap sudah bisa disampaikan ke bupati pada tanggal 2 atau 3 Desember, kemudian disampaikan ke DPRD dan ditindaklanjuti dengan rapat paripurna pada 4 Desember. Dengan demikian, Kulon Progo bisa segera memiliki wakil bupati baru yang bertugas membantu kinerja bupati," urai Akhid.