Bisnis UMKM Lesu, Kurangnya SDM Mumpuni Jadi Kendala
Ekonomi

Bisnis UMKM Lesu, Kurangnya SDM Mumpuni Jadi Kendala

Kokap,(kulonprogo.sorot.co)--Sejumlah usaha mikro kecil menengah (UMKM) di Kulon Progo nampak lesu. Keterbatasan sumber daya manusia (SDM) yang mumpuni dan minimnya kemampuan dalam hal pemasaran masih menjadi kendala.

Hal ini juga dialami oleh Kelompok Alfiana di Pedukuhan Penggung, Hargorejo, Kecamatan Kokap. Kelompok yang berdiri sejak 2010 ini bergerak di bidang usaha produksi pembuatan tas dan aneka souvenir.

Meski order yang diterima kelompok ini bisa mencapai seribu souvenir per bulan dengan omzet jutaan rupiah, namun kelompok ini juga menyimpan permasalahan yang acap dijumpai di Kulon Progo. Yakni minimnya tenaga kerja dan strategi pemasaran yang tidak kekinian.

"Idealnya untuk usaha seperti ini ada 17 penjahit. Tapi di sini masih belum ada banyak penjahit. Jadi kadang kita keteteran untuk memenuhi pesanan," ungkap Ketua Kelompok Alfiana, Samujiono, Senin (02/12/2019).

Dikatakan oleh Samujiono, mencari SDM asli Kulon Progo yang mumpuni di bidang tersebut diakuinya cukup sulit. Kebanyakan warga yang memiliki keterampilan menjahit memilih merantau atau membuka usaha sendiri. 

"Ini yang jadi kendala kami, sulit banget mencari penjahit di Kulon Progo, untuk penjahit yang bekerja di sini rata-rata sudah berpengalaman karena pernah bekerja di industri garmen dan tekstil," kata dia.

Selain SDM, kendala pemasaran juga menjadi kendala bagi kelompok ini. Sebanyak 1.000 pesanan yang dibikin kelompok ini tiap bulannya, kebanyakan hasil kerjasama dengan Rumah Warna, Yogyakarta yang hak patennya dimiliki rekanan tersebut. Sementara untuk produk asli Alfiana masih belum bisa bersaing.

"Ya sebenarnya kami juga ingin produk kami itu bisa sejajar dengan produk lain, tapi itu tadi kami terkendala pemasarannya," kata Samujiono.

Staf Penyiapan Bahan Industri Agro Makanan dan Minuman Bidang Perindustrian pada Dinas Perdagangan Kulon Progo, Deny Setiawan mengatakan terkait SDM, pihaknya rutin melakukan pembinaan. Pembinaan ini meliputi desain dan gugus kendali mut.

Masing-masing kelompok usaha juga dilatih menata peralatan produksi. Jika ada permasalahan di kelompok, pihaknya membantu mencarikan solusi.

"Beberapa waktu lalu kami juga melakukan study latih ke tempat lain. Pelatihan jahit juga sudah kami usulkan, kendati sampai saat ini belum terealisasi," katanya.