Kasus Korupsi Kades Banguncipto Jadi Sorotan Paguyuban Bodronoyo
Hukum & Kriminal

Kasus Korupsi Kades Banguncipto Jadi Sorotan Paguyuban Bodronoyo

Wates,(kulonprogo.sorot.co)--Kasus korupsi dana desa dan APBDes Desa Banguncipto, Kecamatan Sentolo yang dilakukan oleh kepala desa dan bendahara desa setempat menjadi sorotan Paguyuban Kepala Desa dan Perangkat Desa se-Kulon Progo (Bodronoyo). Seperti diketahui, Kejaksaan Negeri (Kejari) Kulon Progo tengah menangani kasus yang menyeret AS (kades) dan Sum (bendahara) sebagai tersangka.

Kepala Paguyuban Bodronoyo, Dwi Andana mengaku prihatin dengan kasus yang menyeret kepala desa dan perangkat desa ini. Ia berharap, kasus serupa tak kembali terulang di Kulon Progo, demi terciptanya pemerintahan yang bersih dan akuntabel.

"Kami bersama teman-teman prihatin sekaligus memberikan dukungan moral kepada anggota Bodronoyo yang saat ini tersandung kasus dugaan tindak pidana korupsi. Semoga para pihak yang terkait kasus tersebut selalu tegar menghadapinya, sehingga semuanya bisa selesai dengan baik," kata Andana, Sabtu (21/12/2019).

Mencuatnya kasus ini, kata Andana, diharapkan bisa menjadi cerminan bagi para anggota Paguyuban Bodronoyo. Sehingga para anggota tak berani melakukan aksi korupsi serupa. 

Bodronoyo, kata Andana, sebenarnya telah melakukan sejumlah upaya untuk mengantisipasi korupsi, kolusi dan nepotisme di tengah-tengah paguyubannya. Di antaranya dengan bekerja sama dengan instansi terkait seperti Kejari Kulon Progo.

"Ya kami biasanya kerjasama dengan pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Kulonprogo, Inspektorat Daerah dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kulonprogo melakukan sosialisasi tentang kegiatan-kegiatan yang boleh dan tidak boleh dilakukan pemdes. Dalam setiap acara sosialisasi petugas  Tim Pengawal dan Pengaman Pemerintah dan Pembangunan Daerah (TP4D) Kejaksaan," ungkapnya.(bambang-jati)