Jelang Natal, Omzet Pedagang Oleh - oleh di Goa Maria Justru Menurun
Ekonomi

Jelang Natal, Omzet Pedagang Oleh - oleh di Goa Maria Justru Menurun

Kalibawang,(kulonprogo.sorot.co)--Pendapatan para pedagang cindera mata dan oleh-oleh di obyek wisata religi Goa Maria Sendangsono, Desa Banjaroya, Kecamatan Kalibawang justru menurun. Bahkan penurunan omzet ini bisa mencapai 50 persen.

Salah seorang pedagang, Fransiska Riyanti mengatakan bila pendapatan para pedagang menurun ketimbang awal-awal mereka membuka usaha di tempat ini. Kios yang menjual aneka oleh-oleh, mulai dari kaos souvernir sampai pernak-pernik keagamaan seperti rosario dan salib itu beroperasi sekitar 20 tahun lalu, atau ketika awal Goa Maria dibuka untuk umum dan dijadikan obyek wisata.

"Kalau dibandingkan pas awal jualan dengan sekarang, penurunan omzet bisa 50 persen lebih," ungkap Fransiska, Selasa (24/12/2019).

Saat itu kata Riyanti, kunjungan peziarah dan wisatawan ke tempat peribadatan umat Katolik ini cukup tinggi. Apalagi jika masuk libur sekolah dan hari besar keagamaan. Ramainya kunjungan itu membuat dagangan di kiosnya maupun belasan kios-kios lain termasuk kios kuliner di obyek wisata ini laris manis. 

"Saya masih inget dulu kalau pas liburan semua kios bisa penuh sesak oleh para pembeli, saya bahkan pernah menjual 50 buah kaos dalam sehari," kenangnya.

Namun, berjalannya waktu, jumlah kunjungan semakin berkurang. Penurunan yang mulai terasa sejak tiga tahun terakhir ini berdampak terhadap omzet para pedagang. Dahulu, para pedagang mengantongi uang Rp 100 ribu bisa didapat dengan waktu yang singkat.

"Sekarang, dapat Rp100.000 aja susahnya minta ampun," ungkapnya.

Hal ini juga dirasakan oleh perajian rosario, Bowo Susanto. Saat ini, belum tentu rosario buatan tangannya laku setiap hari. Rosario karyanya bervariasi, mulai dari rosario berukuran kecil seharga Rp 25 ribu hingga rosario berukuran besar dengan harga Rp 250 ribu.

"Kalau kunjungan itu ada, tapi belum tentu mereka beli, seperti pas momen Natal tahun lalu, di sini memang banyak peziarah maupun wisatawan yang datang, tapi ya karena tidak banyak yang beli kaya pas awal-awal dulu, jadinya tidak ada peningkatan penghasilan, justru malah menurun," terang Bowo.