Kurangi Kerugian, Sejumlah Petambak Budidaya Nila Sebelum Dikosongkan
Peristiwa

Kurangi Kerugian, Sejumlah Petambak Budidaya Nila Sebelum Dikosongkan

Temon,(kulonprogo.sorot.co)--Rencana penertiban tambak udang di sisi selatan Yogyakarta International Airport (YIA) di Kecamatan Temon membuat para petambak udang harus memutar otak. Area tambak udang ini kemudian bakal dikembangkan menjadi kawasan mitigasi bencana tsunami atau greenbelt.

Sejak sebulan lalu, kolam yang biasanya ditebar dengan bibit udang beralih fungsi menjadi kolam ikan. Ikan nila kemudian menjadi hasil budidaya ikan nila.

Hal ini terpaksa dilakukan para petambak untuk mengurangi kerugian yang bakal mereka rasakan ketika petak tambak mereka diratakan alat berat. Namun pada akhirnya, Jumat (27/12/2019) nila yang belum layak panen pun terpaksa dipanen.

Alasannya, Pemkab Kulon Progo enggan memberikan waktu tambahan bagi para petambak ini. Sehingga mau tak mau, para petambak harus memanen ketimbang merasakan kerugian yang lebih besar.

"Sebenarnya kita nebar nila itu untuk mengurangi kerugian. Tapi ya tetap rugi kalau diberi batas sampai hari ini," kata salah seorang petambak, Bayu Saputro, Jumat (27/12/2019).

Dikatakan olehnya, ikan nila yang dipanen kali ini semestinya belum layak dijual lantaran ukurannya yang masih sebesar telapak tangan orang dewasa. Setiap satu kilogram ikan, bisa berisi sekitar enam hingga tujih ekor ikan nila. 

Ikan-ikan hasil panen dini ini kemudian dijual ke daerah Pati, Jawa Tengah. Setiap kilogramnya, para petambak ini menjual dengan harga Rp 25 ribu. Setiap kolam biasanya ditebar 1/2 kuintal hingga 1 kuintal bibit nila, tergantung luasan kolam.

"Keuntungannya tetap tidak sebesar ketika budidaya udang. Tapi kita memang sengaja tebar yang waktu rawatnya tidak lama," katanya.

Bayu dan para petambak lainnya mengaku kecewa dengan langkah Pemkab Kulon Progo, meskipun telah legawa. Pasalnya hingga saat ini para petambak belum mengetahui nasib mereka selanjutnya.

"Mau pindah juga tidak tahu ke mana. Pemkab hanya menunjukkan tempat peruntukan tanpa mau membantu," katanya.