Dilatih Buat Film, Pelajar Kulon Progo Diharap Bisa Ikut Angkat Potensi Lokal
Pendidikan

Dilatih Buat Film, Pelajar Kulon Progo Diharap Bisa Ikut Angkat Potensi Lokal

Wates,(kulonprogo.sorot.co)--Pemkab Kulon Progo dalam hal ini Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Kulon Progo bekerja sama dengan Viu melaksanakan program workshop film bagi kalangan pelajar di Kulon Progo. Helatan bertajuk Viu Shorts! ini diharapkan bisa turut mengangkat potensi-potensi yang ada di Kulon Progo.

Setidaknya ada 20 pelajar dari berbagai SMA/SMK sederajat di Kulon Progo yang bakal mengikuti workshop selama 12 hari ke depan. Dalam kegiatan ini, para peserta bakal diajari bagaimana membuat sebuah film pendek mulai dari menuangkan gagasan menjadi naskah, melakukan pengambilan gambar, pengeditan hingga proses paska produksi film.

Senior Vice President Marketing Viu, Myra Suraryo mengatakan Viu Shorts! ini merupakan inisiatif pembinaan kreatif talenta muda di Indonesia. Tahun ini dilaksanakan 20 kabupaten/kota di Indonesia, termasuk di Kabupaten Kulon Progo.

Sebelumnya, pada tahun 2019 lalu kegiatan serupa juga telah dilaksanakan di 17 kabupaten/kota. Salah satu karya peserta pada pelatihan pertama bahkan mendapatkan penghargaan di tingkat internasional, di ajang Marché du Film, Cannes Film Festival 2019.

Kita mendukung pengembangan minat dan bakat dari talenta muda usia SMA dalam membuat karya film pendek berdasarkan atas kecintaan mereka pada mitos lokal,” jelas Myra disela workshop di Gedung Kesenian wates, Kamis (09/01/2020).

Kulon Progo, lanjut Myra dipilih lantaran memiliki sejumlah potensi yang memiliki daya jual. Baik berupa potensi panorama, seni budaya dan potensi lainnya. Setelah program ini, diharapkan Pemkab Kulon Progo bisa melanjutkan pembinaan terhadap para peserta. 

Selain memberikan pelatihan tentang dunia perfilman, Viu juga bakal memberikan beasiswa bagi satu peserta. Peserta workshop terpilih yang dinilai paling memberikan kontribusi bakal diberi beasiswa penuh di Institut Kesenian Jakarta (IKJ) jurusan sinematografi.

"Jadi selama workshop kita juga akan melakukan penilaian. Mana peserta yang layak mendapatkan beasiswa ini," sambung Myra.

Kepala Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayaan) Kulon Progo, Untung Waluyo mengapresiasi kegiatan ini. Ia berharap, peserta dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk mengeksplorasi Kulon Progo yang kaya sejarah dan budaya.

Sebenarnya Kulon Progo itu punya banyak bahan cerita, terlebih untuk ketoprak, tapi kendalanya naskahnya tidak tertulis. Padahal itu bisa dimanifestasikan ke dalam film,” kata Untung.

Salah seorang peserta dari SMKN 1 Wates, Frendy Haryanto mengaku senang dan antusias mengikuti seluruh proses dalam pelatihan ini. Dia diajarkan teknik pengambilan gambar, pemilihan angle agar menjadi sebagai seorang kameraman yang handal.

Ini baru pertama kali dan ini pengalaman yang sangat berharga,” terang pelajar kelas X Jurusan Multimedia SMK 1 Pengasih ini.