Pria Asal Samigaluh Urusan Dengan Polisi Usai Cabuli Anak Kandung
Hukum & Kriminal

Pria Asal Samigaluh Urusan Dengan Polisi Usai Cabuli Anak Kandung

Pengasih,(kulonprogo.sorot.co)--Figur ayah yang semestinya mengayomi dan melindungi keluarga nyatanya tak terlihat pada sosok BR (40). Pria asal Kapanewon Samigaluh ini terpaksa berurusan dengan polisi lantaran menggagahi anak kandungnya sendiri.

Aksi tak terpuji dari BR ini diendus oleh Kepolisian Sektor Samigaluh setelah sang istri menggetahui perbuatan suaminya. BR dicokok oleh personel Polsek Samigaluh pada Jumat, 3 Januari 2020.

Kapolsek Samigaluh, AKP Purnomo mengatakan bila aksi bejat BR dilakukan terhadap anak kandungnya sendiri, sebut saja Mawar sejak tahun 2015 silam. Mulanya, pelaku hanya sekedar menggerayangi tubuh korban.

Namun bukannya berhenti dan sadar atas perbuatannya, aksi bejat ini justru terus berlanjut. Nafsu bejatnya ini justru ia lampiaskan dengan menyetubuhi anak kandungnya yang kini berstatus sebagai salah satu pelajar SMA di Kulon Progo ini.

"Pelaku kami amankan di kediamannya di salah satu desa di Kapanewon Samigaluh. Dari olah tempat kejadian perkara dan keterangan saksi serta korban, disimpulkan pelakunya asalah BR," kata Purnomo, Jumat (10/01/2020) di Mapolres Kulon Progo.

Lelaki yang saban hari bekerja sebagai petani ini menggunakan modus mengiming-imingi korban dengan sejumlah barang untuk menuruti nafsu bejatnya tersebut. Salah satu barang yang telah diberikan pelaku kepada korban yakni telepon genggam. 

Sebelum ditangkap, tersangka masih melakukan tindakan serupa pada 28 dan 31 Desember 2019. Namun saat itu korban menolak. Hal tersebut membuat tersangka naik pitam. Kemarahan itu diwujudkan dengan membakar perangkat pengisi daya (charger) telepon genggam milik korban.

Charger itu kata Purnomo, masih satu paket dengan telepon genggam yang dibelikan tersangka untuk korban. Bekas charger terbakar juga ditunjukkan bersama barang bukti lain di rilis kasus tersebut. Di antaranya busana korban, kain jarik dan sebatang kayu yang telah gosong.

"Jadi modusnya itu mengiming-imingi uang jajan dan terakhir membelikan handphone, tapi karena kemauanya [tersangka] tidak dituruti, charger milik korban dibakar, nah membakarnya itu pake batang kayu ini [salah satu barang bukti]," imbuh Purnomo.

Berdasarkan keterangan pelaku kepada polisi, seluruh aksi yang berlangsung selama bertahun-tahun itu dilakukan tersangka di rumahnya yang juga menjadi tempat tinggal korban. Rumah ini juga dihuni istri tersangka. Adapun tersangka bisa melancarkan tindakan tak terpuji itu saat istrinya tak berada di rumah.

"Dalam melakukan aksi, tersangka ini curi-curi kesempatan saat rumah dalam keadaan kosong, ketika istrinya pergi keluar," ujarnya.

Kepada jurnalis, BR mengakui perbuatannya itu lantaran tergiur dengan kemolekan tubuh anaknya. Kendati begitu, ia mengaku bila sebenarnya sang istri masih menuruti kebutuhan biologisnya.

Akibat perbuatannya, tersangka dikenakan Pasal 1 Ayat 1 Ayat 2 dan Ayat 3 juncto Pasal 82 Ayat 1 UU RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak sebagaimana telah diubah dengan UU RI Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti UU Nomor 1 Tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman pidana maksimal 15 tahun.