Jalur Obwis Glagah Rusak, Pelaku Wisata Perbaiki Secara Swadaya
Wisata

Jalur Obwis Glagah Rusak, Pelaku Wisata Perbaiki Secara Swadaya

Temon,(kulonprogo.sorot.co)--Pantai Glagah di Kapanewon Temon menjadi salah satu tonggak penyangga Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kulon Progo dari sektor wisata. Kendati begitu, pemerintah luput memperhatikan sarana prasarana yang ada di sana.

Salah satu sarana mendasar yang tak dilirik oleh pemerintah ialah akses jalan. Sudah sejak beberapa tahun terakhir, jalan Congot-Glagah yang difungsikan sebagai jalur wisata mengalami kerusakan.

Hal itu memantik pelaku wisata Pantai Glagah yang tergabung dalam Paguyuban Usaha Penginapan Mandiri Maju Bersama secara swadaya memperbaiki jalan tersebut. Mereka secara bergotong royong menutup sejumlah lubang menggunakan pasir dan kerikil yang dibeli dari iuran anggota.

Bendahara Paguyuban Usaha Penginapan Mandiri Maju Bersama, Sudasriyanto mengatakan kegiatan ini dalam rangka menunjang kemudahan akses wisata menuju Pantai Glagah. Ruas jalan sepanjang tiga kilometer yang membentang di selatan Yogyakarta International Airport (YIA) itu menjadi jalur alternatif menuju Pantai Glagah bagi wisatawan dari sejumlah kabupaten di Provinsi Jawa Tengah sisi selatan.

Sejak keberadaan proyek pembangunan bandara, truk bertonase berat kerap melewati ruas jalan tersebut. Badan jalan yang mulanya mulus menjadi berlubang akibat kerap dilalui truk yang bukan peruntukan ruas jalan tersebut.

"Ketika hujan, lubang jalan menjadi genangan yang mengancam keselamatan. Tapi sama sekali tidak ada perbaikan dari pemerintah," kata Sudasriyanto, Sabtu (11/01/2020).

Tak dipungkiri olehnya bila kerusakan jalan menjadi faktor turunnya jumlah kunjungan ke Pantai Glagah. Para wisatawan dari arah barat yang enggan menemui jalan rusak lebih memilih memutar melalui Jalan Nasional dengan jarak yang lebih jauh. 

"Kalau dibiarkan terus seperti ini, jumlah kunjungan bisa terus menyusut. Maka dari itu kami melakukan perbaikan secara swadaya," katanya.

Salah seorang wisatawan asal Kebumen, Hariyanto sangat menyayangkan masih adanya kerusakan jalaan akses menuju destinasi wisata. Mobil yang ia kendarai pun harus melaju ekstra hati-hati untuk menghindari lubang jalan.

"Jalannya udah kaya kali, harus hati-hati banget, semoga bisa diperbaiki," ujarnya.