Aksi Melarikan Diri Siswa SMK Dapat Perhatian Legislatif
Pemerintahan

Aksi Melarikan Diri Siswa SMK Dapat Perhatian Legislatif

Wates,(kulonprogo.sorot.co)--Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kulon Progo ikut angkat bicara soal aksi melarikan diri yang dilakukan oleh siswa SMK N 1 Temon.

Diberitakan sebelumnya, 15 orang siswa melarikan diri ketika mengikuti kegiatan praktek kerja lapangan (PKL) di Kapal Motor RJ 01 dan KM VA 2 ketika bersandar di Pelabuhan Pelelangan Ikan (PPI) Timika, Papua.

Ketua DPRD Kulon Progo, Akhid Nuryati mengatakan bila pihaknya telah menugaskan komisi IV untuk menyelidiki lebih lanjut alasan kaburnya 15 siswa ini. Komisi IV akan melakukan investigasi dengan menjalin komunikasi dengan sejumlah pihak.

"Kemarin dari Komisi IV sudah minta izin untuk menelusuri peristiwa ini, dan kami minta Komisi bisa mencari tahu informasi sedetail mungkin," ujar Akhid, Selasa (14/01/2020).

Adapun berdasarkan informasi yang diperoleh Akhid dari pihak sekolah, ke 15 siswa itu melarikan diri setelah sebelumnya mendapat hukuman karena melakukan pelanggaran. Namun tidak dijelaskan seperti apa pelanggaran yang dimaksud. 

"Informasinya mereka dihukum karena melakukan pelanggaran indisipliner, lalu di tengah perjalanan mereka [siswa] saling ketemu di Papua, dan memisahkan diri," ujarnya.

Untuk mengetahui peristiwa sebenarnya, DPRD Kulon Progo akan menggali informasi langsung dari siswa yang bersangkutan setelah mereka kembali ke Kulon Progo. Selain itu dewan juga akan mengkroscek program PKL di sekolah tersebut guna mencari tahu prosedur kerjasama antara sekolah dengan perusahaan lokasi PKL.

"Sebenarnya penanganan kasus ini adalah kewenangan Pemda DIY melalui Disdikpora DIY. Tapi sebagai lembaga di Kulon Progo, kami tetap mengambil tindakan. Tidak bisa kalau harus menutup mata," katanya.