Tanpa Kerumunan, Penyaluran BST Hari Kedua Berlangsung Lancar
Sosial

Tanpa Kerumunan, Penyaluran BST Hari Kedua Berlangsung Lancar

Nanggulan,(kulonprogo.sorot.co)--Proses penyaluran Bantuan Sosial Tunai (BST) dari Kementerian Sosial (Kemensos) RI hari kedua di Kulon Progo berlangsung tertib dan sistematis, Minggu (10/05/2020). Sebelumnya, proses penyaluran BST di Gedung Kesenian, Kapanewon Wates, Sabtu (09/05) kemarin menuai kritikan lantaran terkesan amburadul akibat mengabaikan protokol kesehatan.

Bupati Kulon Progo, Sutedjo, mengatakan bila penyaluran BST kali ini dilakukan di dua kapanewon, yakni Kapanewon Nanggulan dan Kapanewon Nanggulan. Pihaknya pun tidak melihat adanya kerumunan di dua lokasi tersebut.

"Kami selalu melakukan evaluasi setiap penyaluran BST, penyaluran BST hari ini merupakan evaluasi dari penyaluran sebelumnya, begitu seterusnya," ujar Sutedjo, Minggu, (10/05/2020).


Kurang lebih ada 2 ribu keluarga penerima manfaat (KPM) di dua kapanewon yang hari ini menerima bantuan tunai senilai masing-masing Rp 600 ribu. Kerumunan pun tidak terlihat di Kalurahan Jatisarono yang notabene melibatkan KPM terbanyak di Kapanewon Nanggulan. 

Tidak hanya berlangsung sesuai dengan protokol kesehatan Covid-19, Sutedjo mengungkapkan penerima BST di Kulon Progo nyaris sempurna tepat sasaran. Hal ini dibuktikan dengan kejadian satu orang yang telah mendapat Bantuan Langsung Tunai (BLT) jenis lain pun dengan jujur mengakui dan mengembalikannya.

"Salah satu contoh yang sangat baik, beliau sudah mendapat bantuan lain, ketika terdaftar lagi dalam BST, pihak yang bersangkutan langsung mengaku dan mengembalikan bantuan kedua yang didapat itu," ungkapnya.

Terkait proses penyaluran BST di Gedung Kesenian yang sempat menimbulkan kerumunan, Sutedjo menyebut bila Pemkab Kulon Progo bukan penyelenggara. PT. Pos Indonesia dipercaya oleh Kemensos RI untuk menyalurkan bantuan tersebut.

Hanya saja, memang pencairan BST harus dihadiri langsung oleh KPM. Pasalnya, ada tiga tahapan verifikasi yang harus dilakukan oleh KPM. Ketiga tahapan tersebut ialah pendaftaran dengan menunjukkan undangan serta mengisi daftar hadir.

Petugas kemudian melakukan scan barcode pada undangan yang sudah dibawa oleh masing-masing KPM. Proses selanjutnya ialah verififkasi foto KPM dengan aplikasi dalam jaringan (daring) yang telah dibuat oleh Kemensos RI.

"Setelah melalui ketiga tahapan itu, baru KPM menerima bantuan tunai," terang Sutedjo.

Sejumlah pihak terkait, kata Sutedjo, memang telah merumuskan sejumlah upaya untuk mangantisipasi penumpukan warga penerima bantuan. Hanya saja, ada sejumlah kendala sehingga mengundang KPM ke kantor kelurahan merupakan satu-satunya solusi agar bantuan bisa segera tersalurkan kepada masyarakat.

Sutedjo berpesan kepada KPM untuk memanfaatkan bantuan tersebut untuk mencukupi kebutuhan gizi bagi keluarga di rumah. Pasalnya menjaga imunitas diri dengan terus mengkonsumsi makanan bergizi pada masa pandemi Covid-19 ini menjadi hal yang utama.

"Tidak perlu mahal untuk mendapatkan gizi yang baik, pokoknya selalu dana yang didapat bisa langsung digunakan salah satunya untuk keperluan tersebut," tegasnya.

Salah satu penerima BST Kalurahan Jatisarono, Rina mengaku sangat terbantu atas bantuan yang diberikan. Ia yang selama ini mengandalkan suaminya dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari harus bersusah payah mencari tambahan karena saat ini suaminya terpaksa menganggur.