Diduga Hendak Balap Liar, Belasan Remaja Diamankan Polisi
Peristiwa

Diduga Hendak Balap Liar, Belasan Remaja Diamankan Polisi

Pengasih,(kulonprogo.sorot.co)--Jajaran Kepolisian Sektor Pengasih mengamankan belasan remaja yang diduga hendak melakukan aksi balap liar, Rabu (03/06/2020) petang ketika melakukan patroli.

Kegiatan ini memang sengaja dilakukan polisi setalah mendapati laporan warga terkait adanya aksi balap liar di kawasan Kalurahan Sidomulyo, Kapanewon Pengasih.

Kepala Unit Intelijen dan Keamanan Polsek Pengasih, Iptu Joko Nugroho mengatakan bahwa pihaknya memang mengamankan 14 orang remaja dan sembilan unit sepeda motor. Mereka diamankan ketika diduga hendak melakukan balap liar di ruas jalan Sidomulyo, tepatnya di dekat Lapangan Sidomulyo.

"Ada belasan remaja yang diamankan. Semuanya masih dibawah umur dan tidak memiliki surat izin mengemudi (SIM). Rata-rata masih duduk di bangku SMP," kata Joko, Rabu (03/06/2020) malam.

Selain tak memiliki SIM, sepeda motor yang mereka tunggangi juga tak dilengkapi dengan surat tanda nomor kendaraan (STNK). Sejumlah sepeda motor bahkan telah dimodifikasi jauh dari pabrikan dan memiliki banyak pelanggaran. 

Seluruh remaja ini kemudian digelandang ke Mapolsek Pengasih untuk diperiksa dan diminta untuk membuat surat pernyataan agar tak mengulangi perbuatannya. Orang tua masing-masing anak juga diminta hadir ke Polsek Pengasih untuk dimintai keterangan.

"Kami meminta orang tua hadir ke mapolsek. Para orang tua ini kami minta untuk selalu mengawasi anaknya," terang Joko.

Setelah proses pemeriksaan usai, para remaja ini juga diminta untuk meminta maaf dan memeluk orang tuanya masing-masing. Hal ini merupakan langkah persuasif kepolisian sebagai sanksi atas tindakan para remaja ini.

"Ini langkah persuasif dari kami. Jadi kami berharap setelah memeluk orang tua masing-masing, para remaja ini takut untuk mengulang lahi perbuatannya," imbuh Joko.

Pihaknya tak melakukan penyitaan kendaraan kali ini. Hanya saja, bila pihaknya masih mendapatkan laporan serupa, pihaknya bakal memberikan sanksi yang lebih berat ketimbang kali ini.

"Setelah ini kalau diulang lagi akan kita beri sanksi yang lebih berat. Selain membahayakan diri sendiri, mereka juga membahayakan pengguna jalan lainnya," pungkas Joko.