Pertanyakan Nasib Pembayaran Ganti Rugi, Warga Geruduk Kantor Panewu
Peristiwa

Pertanyakan Nasib Pembayaran Ganti Rugi, Warga Geruduk Kantor Panewu

Temon,(kulonprogo.sorot.co)--Puluhan warga Kaligintung, Kapanewon Temon mendatangi Kantor Panewu Temon pada Jumat (17/07/2020). Mereka datang untuk menuntut kejelasan atas ganti rugi lahan mereka yang terdampak pembangunan rel kereta api penunjang Yogyakarta International Airport (YIA).

Aksi itu dilangsungkan ketika tim pengadaan lahan pembangunan rel bandara meliputi PPK Pengadaan Tanah Balai Teknik Perkeretaapian Kelas I Wilayah Jawa Bagian Tengah, Ditjen Perkeretaapian, Kementerian Perhubungan; Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kanwil DIY; Pemkab Kulon Progo dan pihak terkait lainnya tengah meninjau proses pembayaran ganti rugi di Kantor Panewu Temon.

"Kami di sini ingin minta kejelasan kenapa pembayaran tak kunjung dilakukan yamg katanya akhir Desember 2019. Sedangkan sampai sekarang gak ada kejelasan, sementara proyek Sudah berjalan," kata salah satu warga terdampak, Yuni Prasetya Adi, Jumat (17/07/2020).

Kepala Seksi Pembangunan dan Pemberdayaan, Kalurahan Kaligintung, Mukholis Fuad, yang ikut dalam aksi itu juga menanyakan hal serupa. Selama ini warga terdampak hanya mengetahui bila pamong desa mengetahui kapan pembayaran bisa dilakukan. 

"Padahal kita tidak mengetahui hal itu. Pasalnya, dari pihak terkait pembangunan tidak memberikan informasi apapun ke desa," terang Fuad.

Di sisi lain, seluruh warga terdampak sudah mengirimkan berkas persyaratan pencairan kepada BPN Kantor Wilayah DIY sejak Oktober 2019 silam. Berkas itu selanjutnya diteruskan ke Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) dan Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN) untuk dilakukan pemeriksaan.

Jika ada berkas yang belum lengkap, bakal dikembalikan untuk dilengkapi. Namun sampai saat ini tidak ada kejelasan terkait berkas tersebut. Sehingga warga berpikir berkas itu sudah lengkap dan tinggal menunggu pencairan ganti rugi.

"Jadi warga sudah resah karena tidak ada kejelasan. Padahal prosesnya segera mendekat ke pengosongan lahan. Kami mohon pengertiannya dari pihak terkait," imbuh Fuad.