Hamili Anak Kandung, Pria Asal Galur Dicokok Polisi
Hukum & Kriminal

Hamili Anak Kandung, Pria Asal Galur Dicokok Polisi

Pengasih,(kulonprogo.sorot.co)--Jajaran Kepolisian Resor Kulon Progo berhasil mengungkap kasus asusila antara ayah dan anak kandung. Korbannya ialah TS (18), warga Kapanewon Galur. Ia disetubuhi oleh ayah kandungnya sendiri berinisial J alias Y (42), hingga memiliki anak laki-laki yang kini berusia empat tahun berinisial KJS.

Waka Polres Kulon Progo, Kompol Sudarmawan mengatakan bahwa kasus ini terungkap ketika TS menggugat cerai suaminya berinisial AP (25), warga Sumber Agung, Jetis, Bantul di Pengadilan Agama Wates. Dari keterangan TS dalam persidangan, diketahui bila ketika menikah dengan AP, TS telah hamil dengan usia kandungan lima bulan.

Dalam persidangan itu pula, diketahui bila ternyata TS hamil atas perbuatan ayah kandungnya. Untuk menutupi perbuatan J, maka TS dijodohkan dengan AP. ketika itu, AP diiming-imingi akan diberikan satu unit sepeda motor dan dibangunkan sebuah rumah bila bersedia menikah dengan TS dan mengakui janin dalam kandungan TS sebagai anak kandungnya.

Pernikahan antara TS dan AP pun berlangsung pada April 2016 silam. Pasangan itu bahkan hanya tinggal satu rumah selama tiga bulan. AP lebih memilih kembali ke rumahnya di Bantul lantaran oleh J, AP tak diizinkan melakukan hubungan suami istri dengan TS. Selama itu pula, J ingkar terhadap janjinya kepada AP. J diketahui hanya memberikan satu unit sepeda motor kepada AP, namun urung membangunkan rumah.

"Kemudian TS menggugat cerai suaminya pada Februari 2020. Pada persidangan ketiga yakni 11 Mei 2020, TS mengaku bila anaknya merupakan anak kandung ayahnya," ungkap Sudarmawan, Rabu (18/11/2020).


Lantaran sakit hati, AP yang merasa ditipu selama kurang lebih empat tahun kemudian melapor kepada pihak Kepolisian Resor Kulon Progo. Setelah mendapatkan laporan, polisi kemudian langsung menjemput J di kediamannya Oktober 2020. 

"Ketika kami periksa, pelaku tak mau mengakui perbuatannya. Ia mengelak bahwa dirinya telah menyetubuhi anaknya sendiri," kata Sudarmawan.

Namun polisi sebelumnya telah memiliki bukti yang kuat. Yakni keterangan hasil tes DNA yang menyebutkan bila KJS merupakan anak biologis TS dan J. Sebagai penguat atas kasus ini, polisi juga mengantongi barang bukti berupa risalah sidang Pengadilan Agama Wates perkara gugat cerai antara TS melawan AP.

J yang dihadirkan dalam gelar perkara ketika ditanyai jurnalis masih enggan mengakui perbuataannya. Ia memilih diam ketika mendapatkan pertanyaan berkaitan dengan kasus yang menyeretnya.

Akibat perbuatannya, J bakal dijerat dengan Pasal 81 Ayat 1 dan Ayat 2 Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2015 tentang Perubahan Atas Undang-Undang R Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak yang telah diubah kembali dengan Undang-Undang RI Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2016 tentang Undang-Undang RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak menjadi Undang-Undang. J terancam hukuman minimal 5 tahun penjara dan maksimal 15 tahun penjara serta denda Rp 5 miliar.