Sebanyak 19 Toko Ditutup Pol PP Pada Hari Pertama PSTKM
Peristiwa

Sebanyak 19 Toko Ditutup Pol PP Pada Hari Pertama PSTKM

Wates,(kulonprogo.sorot.co)--Sebanyak 19 toko ditutup oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kulon Progo dan personel gabungan pada malam pertama pelaksanaan Pengetatan secara Terbatas Kegiatan Masyarakat (PSTKM), Senin (11/01/2021) malam. Penutupan ini dilakukan lantaran toko-toko tersebut melanggar aturan jam malam dan disinyalir menimbulkan kerumunan.

"Rombongan patroli bergerak ke wilayah Wates Kota dan Pengasih, di sana petugas memberi teguran lisan kepada semua pemilik ataupun pengelola usaha untuk menaati instruksi bupati dan meminta mereka menutup usahanya maksimal pukul 19.00 WIB," kata Kepala Bidang Ketentraman dan Ketertiban Umum, Satpol PP Kulon Progo, Alif Romdhoni, Selasa (12/01/2021).

Adapun 19 toko yang ditutup bergerak di sejumlah bidang dengan skala besar. Termasuk di antaranya toko berjejaring, elektronik, jual beli ponsel dan pulsa, swalayan, sepatu hingga toko perlengkapan hewan. 

Selain penutupan, petugas gabungan yang terdiri dari Satpol PP, Polisi, TNI dan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) juga melaksanakan sosialisasi tentang instruksi Bupati Kulon Progo Nomor 1 Tahun 2021 tentang Kebijakan PSTKM melalui siaran pancar mobil keliling.

Sementara itu Kepala Satpol PP Kulon Progo, Sumiran menyatakan pihaknya telah mensiagakan 40 personil pada pelaksanaan PTKM yang berlaku hingga 25 Januari 2021 mendatang. Mereka nantinya dibantu personil TNI dan Polri dalam upaya menegakkan protokol kesehatan guna mencegah persebaran virus.

"Tambahan personil gabungan, total ada 60 sampai dengan 70 personil yang akan bertugas pada pemberlakuan PSTKM nantinya," ujarnya.

Adapun tugas personil pada hari pertama PTKM yakni melakukan sosialisasi tentang aturan yang berlaku. Jika ditemukan pealnggar, maka penutupan akan dilakukan.

"Khusus di Kulon Progo, kami ada perhatian ekstra terhadap beberapa titik. Diantaranya pusat perbelanjaan, kuliner, toko, warung dan tempat yang berpotensi menimbulkan keramaian masyarakat," ujarnya.