Dikibuli Modus Titip Transfer, Warga Kokap Justru Terima Uang Palsu
Peristiwa

Dikibuli Modus Titip Transfer, Warga Kokap Justru Terima Uang Palsu

Kokap,(kulonprogo.sorot.co)--Kasus peredaran uang palsu kembali terjadi di Kabupaten Kulon Progo. Kali ini kasus tersebut terjadi di wilayah Kapanewon Kokap. Korbannya ialah Sarjiono (44), warga Pedukuhan Pripih, Kalurahan Hargomulyo, Kapanewon Kokap.

Kasubbag Humas Polres Kulon Progo, Iptu Nengah Jeffry mengatakan bahwa kasus ini berawal ketika korban didatangi oleh seorang laki-laki tua berusia sekitar 60 tahun yang tak dikenal sebelumnya pada Kamis (07/01) petang lalu. Ketika itu, laki-laki tua tersebut meminta tolong untuk mentransfer uang senilai Rp 5 juta kepada nama dan nomor rekening yang ditunjukkan oleh laki-laki tua tersebut.

"Ketika itu, laki-laki tua ini menunjukkan uang tunai sebanyak Rp 5 juta sebagai ganti atas uang yang akan ditransfer. Korban kemudian mengecek uang tunai itu dengan diterawang di lampu dan melihat ada benang pengaman pada uang," kata Jeffry, Rabu (13/01/2021).

Menurut korban, uang yang diperiksanya itu merupakan uang asli, maka ia kemudian memenuhi permintaan laki-laki tau tersebut. Setelah melakukan transfer pada rekening yang dimaksud, laki-laki tua itu kemudian meninggalkan korban dan memberikan uang tunai senilai Rp 5 juta. 

Pada keesokan harinya, korban kemudian menggunakan uang tersebut untuk melakukan sejumlah transaksi. Setelah beberapa hari, sejumlah orang yang menerima uang dari korban justru mengembalikan uang tersebut lantaran uang tersebut palsu.

"Uang palsu dengan total 5 juta itu sudah digunakan untuk bertransaksi dengan 10 orang lebih. Kemudian dua orang diantaranya mengembalikan uang tersebut. Satu orang mengembalikan sebanyak 100 ribu dan satu orang lainnya mengembalikan sebanyak 250 ribu," ungkap Jeffry.

Korban kemudian melaporkan kejadian ini kepada Polsek Kokap pada Selasa (12/01) lalu. Polisi kemudian melakukan penyelidikan dan menyita sejumlah barang bukti. Diantaranya uang palsu pecahan 50 ribu sebanyak tujuh lembar serta bukti transfer atas nama yang disebut oleh laki-laki tua yang mendatangi korban.