Sakit Hati Putus Cinta, Pemuda Asal Galur Pukuli Mantan Pacarnya
Hukum & Kriminal

Sakit Hati Putus Cinta, Pemuda Asal Galur Pukuli Mantan Pacarnya

Lendah,(kulonprogo.sorot.co)--Kepolisian Sektor Lendah mengamankan seorang pemuda berusia 17 tahun berinisial IUP, asal Kapanewon Galur. Ia diamankan lantaran melakukan penganiayaan terhadap mantan pacarnya, berinisial NLAU (17) asal Kapanewon Lendah.

Kasubbag Humas Polres Kulon Progo, Iptu Nengah Jeffry mengatakan, kasus penganiayaan ini dialami korban pada Senin (11/01) lalu. Ketika itu korban yang hendak pulang ke rumah setelah mengikuti kegoatan di salah satu pondok pesantren di dekat rumahnya. Motor yang dikendarai korban tiba-tiba terjerembab lantaran terdapat tali rafia yang melintang di jalan.

"Korban kemudian terjatuh. Ketika itu, ada seorang laki-laki misterius keluar dari semak-semak lalu memukuli korban dengan ranting kayu jati," kata Jeffry, Rabu (13/01/2021).

Lantaran merasa dirinya terancam, korban kemudian berteriak meminta tolong. Sesaat kemudian pelaku memilih melarikan diri meninggalkan korban yang mengalami kesakitan. 

"Korban kemudian melaporkan peristiwa yang dialaminya kepada Polsek Lendah," imbuh Jeffry.

Pasca peristiwa itu, korban mengalami luka pada bagian pundak, pinggang dan kepala sebelah kiri. Sementara itu polisi memburu pelaku dengan bekal sejumlah barang bukti yang ditemukan di lokasi kejadian.

Tak butuh waktu lama polisi mengamankan pelaku. Pelaku diamankan di rumahnya pada Selasa (12/01) dinihari, berikut dengan sejumlah barang bukti.

Awalnya, pelaku sempat berkilah dan menyebut bila dirinya menganiaya korban. Namun polisi mengendus hal aneh lantaran keterangan pelaku yang berbelit-belit.

"Kemudian penyidik memeriksa lebih dalam terhadap pelaku dan mengakui bila dirinya memang melakukan penganiayaan terhadap korban," kata Jeffry.

Sakit hati, lanjut Jeffry, menjadi alasan pelaku menganiaya korban. Sebelumnya, korban dan pelaku memang sempat menjalin hubungan asmara. Namun baru-baru ini korban memilih mengakhiri hubungan asmara keduanya.

"Jadi motif pelaku menganiaya korban adalah karena sakit hati. Pelaku tak terima diputus oleh korban," kata Jeffry.

Selain mengamankan pelaku, polisi juga menyita sejumlah barang bukti, di antaranya satu gulung rafia berwarna hitam, satu batang bambu dan ranting kayu jati serta pakaian milik pelaku ketika penganiayaan berlangsung.

"Saat ini pihak kami masih menyelidiki perkara ini," tutup Jeffry.